Abdullah bin Mas’ud - Kisah si Penggembala Kambing Yang Jujur

advertisement


Abdullah bin Mas’ud - Mungkin di jaman sekarang terasa sulit rasanya untuk menemukan orang yang punya sifat jujur. Walau pun ada, mungkin hanya satu banding seribu orang yang memiliki sifat jujur.
Pada masa Rasulullah sendiri, hanya sedikit orang yang memiliki sifat jujur. Padahal dengan memiliki sifat jujur akan membuka pintu rizki yang semakin melimpah.

Seperti pada sebuah kisah tentang Abdullah bin Mas’ud yakni seorang yang memiliki sifat jujur. Abdullah bin Masud adalah seorang penggembala kambing. Dia bekerja sebagai penggembala kambing milik seorang petinggi Quraisy Uqbah bin Abi Muaith. Dari pagi sampai sore dia menggembala kambing.
Hingga suatu hari pada saat menjaga ternaknya, terdapat dua orang laki-laki paruh baya sedang menghampirinya. Kedua laki-laki tersebut tampak haus dan juga kelelahan. Mereka lalu memberi ucapan salam pada Abdullah bin Masud dan meminta kepadanya untuk memerahkan susu kambing tadi.
Namun, Abdullah bin Masud menolak untuk memberikan susu itu karena susu kambing itu bukan miliknya. "Kambing-kambing ini bukan milik ku. Saya hanya penggembala yang memeliharanya," katanya dengan jujur.
Mendengar jawaban tersebut, dua laki-laki tadi tak memberi bantahan. Walau pun penuh dengan rasa haus, mereka amat senang dengan jawaban jujur dari si penggembala. Kegembiraan tersebut amat jelas di wajah mereka.
Ternyata kedua orang tersebut ialah Rasulullah SAW dan sahabatnya yakni Abu Bakar Ash Shiddiq. Pada hari itu, keduanya pun pergi ke pegunungan Makkah untuk menghindari dari perlakuan yang kejam kaum Quraisy.
"Apakah engkau memiliki kambing betina yang belum dikawinkan?," tanya Rasulullah. "Ada," Kata Abdullah.
Lalu Abdullah pun mengajak Rasulullah dan sahabatnya untuk melihat seekor kambing betina yang masih cukup muda. Lalu, kaki kambing tadi diikat. Kemudian Rasulullah pun menyuapkan tangannya ke tubuh kambing tadi sambil berdoa kepada Allah SWT.
Pada saat itulah turun rezeki dari Allah. Tiba-tiba susu kambing tersebut mengalir dengan sangat banyak. Abu Bakar segera untuk mengambil sebuah batu cekung yang dipakai untuk menampung air susu hasil perahan.
Lalu ketiganya pun meminumnya bersama-sama. Setelah itu, Rasulullah berkata "kempislah". Maka seketika susu kambing tadi jadi kempis dan tak mengeluarkan susu lagi.
Abdullah pun menjadi takjub dan terkejut ketika melihat hal tersebut. Sebab kambing tadi sebelumnya belum pernah mengeluarkan air susu. Namun di depan matanya pada saat itu kambing malah mengeluarkan air susu yang banyak sekali dan dapat dinikmati bersama.
Itu merupakan karunia dari Allah SWT. Maka muncullah rasa kagum Abdullah pada tamunya. Maka, tak lama setelah peristiwa itu, Abdullah pun memeluk agama Islam dan kelak jadi salah satu penghafal Alquran yang terbaik di kalangan para sahabat Nabi.
Nah sobat, adapun intisari dari sepenggal kisah tentang Abdullah bin mas’ud ini adalah tentang bagaimana sebuah kejujuran berbuah manis dengan keberkahan rezeki yang melimpah dan hingga rahmat dan hidayah Allah kepada Abdullah bin masud dengan masuknya islam. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari sepenggal kisah ini dan menjadikan suri tauladan tentang kebaikan dan kejujuran dalam kehidupan kita.

Kisah menarik lainnya:

Jika Anda menyukai kisah ini, jangan lupa untuk Share lewat akun media social anda, dengan harapan teman-teman andapun dapat membaca dan mengetahui tentang kisah sahabat nabi ini, dan kebaikan pun semakin meluas di kalangan masyarakat kita dengan selalu mencontoh dan menjadikan Nabi dan para sahabatnya sebagai tauladan kebaikan dalam hidup kita semua. Amiin.
advertisement