Rasulullah SAW, Pemimpin Pemaaf Menyebarkan Islam dengan Kelembutan

advertisement


Ka'b Ibn Zuhair ialah seorang penyair dari keluarga penyairr Arab yang masyhurr. Ayahnyaa Zuhair, kakeknyaa Abu Sulma, keduaa bibinya Khansaa dan Sulma, saudaranyaa Bujair, keduaa sepupunya Tamadhirr dan Shakhr, keponakannyaa, 'Uqbah Ibn Bujair, dann cucunya 'Awwamm Ibn 'Uqbah, kesemuanyaa merupakann seorang penyair terkenall pada zaman Jahiliyah.

Dikutip dari sebuah tulisan KH Ahmad Mustofa Bisri di NU Online, saat Nabii Muhammad SAW mendakwahkann keesaan Allah SWT dan dimusuhi olehh kaumnya yangg menganut tuhan banyak, Ka'b merupakan salah seorangg di antara sekian banyakk penyair yangg sangat gigih melawan Nabi dengann syair-syairnya. Rasulullahh SAW dan kaum musliminn kerap menjadi bulann-bulanan puisi-puisii hijaa-nya.




Pada saat kaum muslimin menaklukkan kota Mekkah pada tahun 8 Hijriyah, Ka'b termasuk salah seorang musuh kaum muslimin yang melarikan diri. Sampai saudaranya, Bujair, menyarankan padanya agar ia menemui Rasulullah SAW. Bujair meyakinkannya bahwa siapa pun yang datang kepada Rasulullah dan mengaku salah, pastinya akan diampuni.

Begitu Ka'b mulai datang menghadapp Rasulullah SAW beberapaa orang Ansor langsungg berdiri dan ingin menghajarnya. Namun seperti biasa, Rasulullah SAW dengan lemah lembut mencegahh mereka dan mendengarkann penyair itu mengatakan penyesalannyaa. Melihat ketulusann dari Ka'b dalam penyesalan dan tobatnya, Rasulullah SAW mengampuninya. Bahkan saat Ka'b membaca puisinya Banaat Su'aad, Rasullah SAW memberikan hadiah burdah, yaitu  semacam mantel bulu.

Sebagai seorang pemimpinn, Nabi Muhammad SAW memangg dikaruniai sifat penyayang dan juga pemaaf. Tuhannya memang senantiasa merahmatinyaa untuk menjadi demikiann. Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah berfirmann kepada utusannya : 



"Maka karena rahmat dari Allah-lah, kamu berlemah lembut terhadap mereka. Seandainya kamu kasar dan berhati kaku, maka tentu mereka akan lari menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun untuk mereka, dan musyawarahlah dengan mereka tentang urusan (kalian). Lalu bila kamu sudah membulatkan tekad, maka bertawakkallah pada Allah. Sungguh Allah suka orang-orang yang bertawakkal."

Berapa banyak tokoh-tokoh kafir Mekkah yang tadinya begitu sengit dalam memusuhi Rasulullah SAW, saat beliau dan kaum muslimin menaklukkan Mekkah, dan diampuni oleh Rasulullah SAW.

Dahulu waktu kejam-kejamnyaa orang Arab menyakitii Rasulullah SAW dan malaikatt pun meminta beliau untuk berdoaa bagi kehancuran merekaa, Rasulullah SAW malah berdoaa dengan penuhh kasih sayangg, "Ya Allah berikanlah kaumku petunjuk; karena mereka tidakk mengertii."

Secara lahiriahh, seandainya saja sikapp Rasulullah SAW tidakk memiliki sifat penyayang dan pemaaf, maka pastilah Abu Sufyan Ibn Harb pemimpin orang-orang kafir Mekkah; istrinya Hindun yang pernah mengunyah jantung sayyidina Hamzah; Khalid Ibn Walid; ‘Amr Ibn ‘Ash; ‘Ikrimah Ibn Abi Jahal; dan masih banyak lagi tokoh-tokoh kafir yang lainnya, yang pada awalnya mereka memusuhi Rasulullah, tak akan menjadi muslim-muslim yang baik dan pahlawan-pahlawan sejati dalam Islam.

Dalam hadis-hadis sahih disebutkan, bahwa banyak kita dapati tentang kisah-kisah yang menunjukkan bahwa betapa Nabi Muhammad SAW dalam kesehariannya; sangat baik dalam keluarga ataupun dalam pergaulan kemasyarakatan, sangat menonjol sifat-sifat kemanusiaannya. Beliau selalu bersikap lemah-lembut pada siapa saja, bersifat penyayang, pemaaf, dan murah hati pada sesama. Beliau tak menyukai sikap kekasaran dan kekerasan.

Sebagi sebuah gambaran, pernah datang orang-orang Yahudi dan mengatakan "Assaam 'alaikum" (artinya: Semoga kematian bagimu). Rasulullah SAW pun menjawabb: "Wa’alaikum," sementara sayyidatinaa 'Aisyah r.a. isteri beliauu yang mendengarr perkataan Yahudii itu menjawab, "'Alaikumuss saam wal la’nah!" (Smoga kematian dan laknat untuk kamu!)

Kemudian Rasulullah SAW menegur isterinyaa, "Tenanglahh, wahai ‘Aisyah; jangan bersikap kasar begitu!" Istrinya masih menjawab, "Apa Rasulullah tak mendengar tentang ucapan mereka?" Dengan lembut Rasulullah SAW bersabda, "Aku mendengar, dan aku juga telah membalasnya dengan berkata 'Wa'alikum' (Dan kamu juga).


Kisah Islami Lainnya


Demikianlah sedikit gambaran sikap betapa lemah lembut dan penyayangnya hati Rasulullah SAW pada semua orang, semoga sikap keteladanan dari rasul Muhammad SAW ini dapat menjadi conton teladan yang bagi kita semua selaku umatnya. Amiin ya robbal alamiin.
advertisement