Rasul Muhammad SAW: Aku Pintunya ilmu, Ali (bin Abi Thalib) Kuncinya

Rasul Muhammad SAW: Aku Pintunya ilmu, Ali (bin Abi Thalib) Kuncinya

Begitu mulya keberadaan Rasulullah SAW diatas muka bumi ini, beliau amat sangat memulyakan ilmu dan orang berilmu, dengan itu Allah berjanji akan memulyakan derjat orang-orang berilmu dan orang-orang yang beriman.
Tak heran jika ilmu dapat melindungi kehidupan manusia, dan tentunya menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban dalam islam bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Maka dari itu hendaklah kita selalu mencari ilmu sepanjang hidup kita agar kita dapat beramal dengan lebih baik untuk menggapai Surga Allah SWT.
Alkisah, Rasulullah SAW bersabda, "Aku adalah pintunya ilmu, dan Ali adalah kuncinya". Ali ibn Abi Thalib merupakan salah seorang sahabat dan juga menantu Nabi Muhammad SAW. 
***************

Dikisahkan, bahwa Nabi Muhammad SAW diibaratkan sebagai pintu ilmu yang amat sangat luas. Ia merupakan bekal dunia akherat sebagaimana yang telah disabdakan, bahwa kunci ilmu dimiliki oleh sohabat Ali. Hati mana yang tidak penasaran jika mendengar sabda Rasul tersebut.

begitu pula dengan orang-orang Khawarij. Merekapun merasa gusar tiada tara tatkala mendengar tentang hadits ini. Dan kemudian membuat mereka berniat untuk menguji kebenaran hadis tersebut kepada Rasulullah secara langsung. Maka Dikumpulkanlah 7 orang dari golongan mereka.

"Bila Ali sebagai kunci ilmu, maka saat kita beri pertanyaan yang sama tentulah jawabannya akan sama". Salah seorang dari mereka pun mengawali pembicaraan. "Ya, benar kamu. tak mungkin seseorang yang telah dianggap sebagai kuncinya ilmu akan menjawab dengan sebuah jawaban yang berbeda. Bila memang benar ia kuncinya ilmu," yang lain pun menimpali. Seperti yang telah kami kutip dari situs NU online.

Maka mulai disusunlah sebuah strategi, rencana yang sangat matang, "mari kita uji dengan memberi pertanyaan yang sama, tapi dari orang yang berbeda-beda," usul salah seorang dari ketujuh khawarij tadi. Mereka pun berakhir dengan kata sepakat. Pertanyaan yang akan telah diajukan, antara ilmu dan harta, manakah yang lebih utama? 

Setelah mereka memberi pertanyaan yang sama. Mereka memperoleh jawaban yang sama pula. Antara ilmu dan harta, dan yang lebih utama ialah ilmu. "Namun tunggulah dulu, apa Ali juga memberikan sebuah alasan tentang jawabannya?" kata salah seorang mereka. "ya, benar" kata mereka bersama-sama. "Apakah itu?". 

"Jika ilmu dapat menjagamu. Akan tetapi, harta, engkaulah yang harus menjaga," orang pertama dari khawarij pun memberikan alasan yang dikatakan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah. "Bila ilmu merupakan warisan nabi, harta ialah warisan Qorun yang terkutuk". Orang kedua menambahi kemudian "ilmu bila ditasarufkan, akan bertambah. Sedangkan harta, bila ditasarufkan akan berkurang," kata orang ketiga memberikan kutipan argumentasi yang dia terima. 

Mereka mulai terheran dengan jawaban yang berbeda-beda. "Andaikan kau memilih ilmu, kau akan memperoleh julukan yang baik, akan tetapi bila harta, maka julukan buruk yang engkau peroleh," demikian orang keempat menyampaikan. Mereka pun semakin ragu akan alasan yang berbeda-beda itu.  

"Ilmu itu dapat menerangi hati, sedangkan harta akan mengeraskan hati," "Ilmu bila dibiarkan tak apa-apa, tapi harta bila dibiarkan akan rusak", "ilmu saat hari kiamat akan dapat menolongmu, tapi harta akan menjadi penyebab lamanya hisabmu di hari kiamat." Demikianlah mereka saling bergantian dalam menyampaikan. 

Maka sejenak, mereka tertegun dengan alasan yang berbeda-beda. Bagaimana mungkin, pertanyaan yang diajukan kepada orang satu, mendapat jawaban yang memiliki alasan-alasan tersendiri. 

Akan tetapi, dengan cepat mereka pun tersadar akan keutamaan ilmu yang dipunyai oleh sahabat Ali bin Abi Thalib. Alasan demi alasan yang diutarakan sahabat Ali bin Abi Thalib memang berbeda, akan tetapi antara satu dan lainnya dapat saling menguatkan, karena antara ilmu dan harta memang lebih utama ilmu.

Demikianlah kisah tentang sabda nabi Muhammad SAW bahwa “Aku adalah pintu ilmu, sedangkan ali adalah kuncinya. Atau dalam kalimat (riwayat) yang lain “Aku adalah gudang ilmu, sedangkan ali adalah pintunya”. Hal ini menggambarkan betapa luasnya ilmu dari sahabat Ali bin Abi Thalid. Dan semoga kita sebagai umat islam dapat meneladani keilmuan beliau. Amiin ya robbal alamiin.