Kisah Nabi Isa, bisa menghidupkan burung dari tanah dan dikhianati muridnya

Kisah Nabi Isa - Nabi Isa ialah anak siti Maryam, yang tak lain merupakan keponakan dari Nabi Zakaria. Pada Saat mengandung Nabi Isa, Maryam difitnah oleh para penduduk sekitar karena ia sedang mengandung tanpa di sentuh oleh lelaki manapun. Tanda-tanda kenabian Isa telah tampak sejak kecil.

Akhlaknya pun sangat baik, jujur juga santun dan suka menolong orang lain. Sehingga banyak orang yang menyukainya. Beliau tak suka berhura-hura maupun bermain dengan teman-teman sebayanya. Kesehariannya dihabiskan bersama sang ibu untuk belajar dan mengkaji ilmu. Di bawah bimbingan sang ibu inilah, Nabi Isa tumbuh berkembang pesat dan baik. Dia tak pernah lalai untuk beribadah kepada Alloh SWT.

Dikutip dari sebuah buku Kisah Seru 25 Nabi dan Rasul, Oleh M Zaka Alfarisi pada saat mulai remajaa kelebihan Nabi Isa terbilang semakin menonjol. Seringkali ia berdebat dengan para pendeta, dan tak jarang pula para pendeta menjadi bungkam. Di usia 30 tahun, malaikat Jibril pun mendatanginya di Bukit Zaitun.

Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Isa lewat malaikat Jibril, dan diangkatlah menjadi nabi serta penerima kitab Injil. Isi dari kitab injil tersebut agar membenarkan dan melengkapi tentang kitab sebelumnya, yakni kitab Taurat yang telah diturunkan pada Nabi Musa.

Nabi Isa, menerima sebuah tugas yang cukup berat untuk bisa mengemban amanahh kenabian. Mengemban tugas kenabian tidak mudah, dan menemukan banyak tantangan. Di saat itu, kaum Bani Israil banyak sekali melakukan penyimpangan. Dosa-dosa sudah menjadi kebiasaan dan menganggapnya sebagai sebuah kewajaran. Lebih parahnya, para pendeta tak dapat diandalkan. Karena mereka cenderung untuk membiarkan kemaksiatan mereka. Mereka pun tak segan untuk mengubah sebuah ketentuan. Halal menjadi haram maupun sebaliknya.

Beliau memulai dakwahnya dengan cara menyampaikan ajaran agama pada kaum Bani Israil. Di saat itu para pendeta masih memegang teguh ajaran kitab Taurat. Para pendeta ini menyuruh kaum Bani Israil agar menentang pada Nabi Isa. Akhirnya berita Nabi Isa mengajarkan agama diketahui oleh sang Raja Herodes. 

Dia tidak percaya pada ajaran-ajaran Nabi Isa dan meminta untuk menunjukkan mukjizat. Herodes pun langsung mengumpulkan orang-orang untuk melihat sebuah mukjizat Nabi Isa. Kemudian, Nabi Isa membuat sebuah patung yang terbuat dari tanah liat dengan bentuk burung. Lalu ia meniup burung tersebut. Atas izin Allah SWT, burung dari tanah liat tadi tiba-tiba hidup dan terbang ke angkasa. Banyak orang-orang yang hadir berdecak kagum melihat kejadian tersebut.

Tidak cuma itu aja, pada suatu hari Nabi Isa didatangi oleh dua orang yang memiliki penyakit, yakni tunanetra dan kusta. Namun Berkat izin Allah, orang buta sejak lahir tadi mampu melihat kembali. Begitupun dengan penderita kusta. Penyakitnya sembuh tak ada sedikitpun bekas-bekas penyakit yang tampak menjijikkan di tubuhnya seperti sebelumnya.

Adapun Para kaum Bani Israil yang masih kafir mulai bersekongkol dengan para pendeta agar mengucilkan Nabi Isa. Beliau punya beberapa pengikut dan jumlahnya 12 orang. Mereka dikenal dengan sebutan Hawariyyun dan mereka amat sangat setia pada Nabi Isa.

Ketika Nabi Isa dan Hawariyyun melakukan sebuah perjalan dan melawati padang pasir yang gersang, kering dan panas maka sebuah masalah timbul. Rombongan tadi kehabisan bekal, dan setiap orang amat lapar dan kehausan. Para pengikut mulai mengeluh dan berkata macam-macam. Nabi Isa berdoa pada Allah agar menurunkan hidangan dari langit. Kemudian Allah mengabulkan permintaannya namun dengan syarat jika ingkar akan mendapat azab yang amat berat yang belumm pernah ditimpakan pada mahluk siapapun.

Lambat laun dakwah Nabi Isa memperoleh sambutan yang amat besar. Semakin hari pengikut Nabi Isa makin banyak. Akan tetapi ada pihak lain yang merasa dirugikan, yakni kaum Bani Israil yang masih kafir dan para pendeta yang tak terima akan dakwah Nabi Isa. Rencana pun diatur sedemikian rupa. Tentara pilihan mulai dikumpulkan untuk membunuh sang Nabi Isa. Rencana pembunuhan ini diketahui oleh salah satu pengikut Nabi Isa dan segeralah dilaporkan pada beliau. Mereka pun segera menyelamatkan diri dan hidup dengan berpindah-pindah tempat.

Salah satu murid Nabi Isa yakni bernama Yudas, terbujuk akan memperoleh hadiah sebesar 30 dinar dengan syarat ia harus memberitahu tempat persembunyian Nabi Isa dan Hawariyyun. Kemudian Yudas berkhianat, ia membocorkan tempat persembunyian dari Nabi Isa. Mendengar informasi tersebut dari Yudas, tentara Romawi kemudian langsung bergerak.

Tentara Romawi kemudian langsung menangkap seseorang yang sangat mirip dengan Nabi Isa yakni Yudas yang sudah berkhianat. Sebelumnya pada saat akan ditangkap oleh tentara Romawi, Allah secara tiba-tiba mengangkat Nabi Isa ke langit. Lalu Allah mengubah wajah Yudas dengan wajah Nabi Isa. Dan pada akhirnya Yudas memperoleh pukulan bertubi-tubi dan diseret. Tubuh Yudas penuh luka dan wajahnya pun memar karena pukulan. Yudas menghembuskan napas terakhirnya pada tiang salib (jadi yang selama ini disalib pada tiang salib bukanlah Nabi Isa, melainkan murid Nabi Isa yang bernama Yudas). Di dalam Alquran telah disebutkan bahwa Nabi Isa akan diturunkan kembali ke bumi oleh Allah SWT kelak sebelum hari kiamat. Allah SWT akan menugaskan Nabi Isa untuk melawan Dajjal yang suka membuat bencana dan kerusakan di bumi.