Cerita Mistis Berhubungan Badan Dengan Siluman Kelelawar

ads

Cerita Misteri Penampakan Seram Siluman Kalong Pesugihan

Cerita Seram   .Jauh sebelum hancurnya arisan “Pohon Emas”, wanita keturunan Cina yang bernama Lie Lie Yung ini sudah akrab dengan kalangan pers. Dia sering memberi sumbangan kepada siapa saja yang menekuni dunia jurnalistik, utamanya kalau ada yang mengalami kesusahan. Celakanya, bencana itu menyebabkan Lie Lie Yung hampir kehilangan semuanya.

Tetapi dugaan itu salah. Karena Lie Lie Yung bukan orang yang mudah putus asa. Buktinya, setahun setelah bencana itu sudah bisa bangkit kembali. Setelah mengerti kalau Lie Lie Yung bangkit kembali, Kuntet Mangkuselan terus mencari informasi di mana keberadaannya.
kisah misteri cerita mistis penampakan hantu berhubungan badan dengan wanita siluman cantik

Dengan menggunakan ketajaman naluri jurnalis, akhirnya Kuntet Mangkuselan bisa menemukan rumahnya Lie Lie Yung. Bangunan rumah tingkat dua tersebut lokasinya jauh dari keramaian kota. Kedatangan Kuntet Mangkusean disambut ramah oleh wanita muda yang mengaku sebagai sekretarisnya pribadi Lie Lie Yung. Namanya Sulastri asli dari Trenggalek. Tidak berselang lama sehanjutnya muncul Lie Lie Yung.

“He ... kamu Kuntet ya! Bagaimana ceritanya kok sampai nyasar ke sini?” tanyanya sambil bergurau dengan memegang kencang tangannya Kuntet Mangkuselan ketika berjabat tangan.Selanjutnya kedua orang itu asyik mengobrol, sementara Sulastri beranjak ke belakang untuk membuatkan minuman.

“Sudah kenal sekretarisku to?” tanya Lie Lie Yung. “Memang, tidak cantik seperti sekretarisku yang telah meninggah dunia, tetapi dia setia sekali,” Lie Lie Yung menyambung.

“Kehihatannya kamu cocok sekali dengan dia?” Kuntet Mangkuselan ganti bertanya.

Tetapi Lie Lie Yung justru membelokan arah pembicaraan, “Sebaiknya kita tidak perlu membicarakan orang yang sudah tidak ada. Tidak baik.”

Kuntet Mangkuselan diam. Dalam batinnya berkata, barangkahi Lie Lie Yung ingin melupakannya. Kuntet Mangkuselan sempat mengerti, suami dan sekretarisnya meninggal karena kecelakaan.

Sulastri datang dengan membawa minuman, dan selanjutnya meletakkannya di meja. Setelah itu bergabung mengobrol. Kuntet Mangkuselan ada kesempatan mencuri pandang menuju dia yang duduk berhadapan. Sulastri cantik dan putih mulus. Kalau dihihat payudaranya yang masih ranum diperkirakan umurnya belum 20 tahun, sementara Lie Lie Yung sudah 40 tahun. Kelihatannya Sulastri lebih pas dianggap sebagai anaknya, bukan sekretaris pribadinya.

“Saya menemukan Sulastri belum lama. Kira-kira enam bulanan!” kata Lie Lie Yung tanpa ditanyai.

Memang, diantara Kuntet Mangkuselan dan Lie Lie Yung sudah tidak ada rahasia lagi, hanya Lie Lie Yung belum mau cerita bagaimana awal mulanya dia mampu bangkit lagi di waktu relatif singkat.

“Bab masalah itu, kamu tidak usah mengerti, Tet?” jawabannya ketika Kuntet Mangkuselan bertanya kiatnya. “Itu rahasia perusahaan!” Lie Lie Yung menambahi.

“Artinya takut kalau saya nanti menyaingi kamu?”

Lie Lie Yung dan sekretarisnya hanya tersenyum. Katanya selanjutnya, “Kamu tidak segera pulang kan?”

“Ada apa?” Kuntet Mangkuselan ganti bertanya.

“Kebetulan, besok saya berangkat ke Surabaya akan periksa kesehatan. Mungkin empat hari di sana. Pembantuku pulang kampung menjenguk orang tuanya yang sakit di Blitar.”

“Terus?”

“Saya minta tolong kepadamu menemani Sulastri di rumah selama saya pergi. Saya minta kamu tidak keberatan.”

Seketika Kuntet Mangkuselan tertegun. Selanjutnya bertanya dalam hatinya. Percaya sekali si Lie Lie Yung ini meninggalkan sekretarisnya berduaan di rumahnya.

Seperti bisa membaca apa yang ada dipikirannya Kuntet Mangkuselan, Lie Lie Yung berkata spontan, “Tadi sudah saya katakan, kalau Sulastri tipe wanita setia. Dan saya yakin, dia tidak mau kamu ajak macam-macam!”

Kuntet Mangkuselan tersenyum saja.

“Apalagi Bi Purwanti besuk sudah kembali. Bagaimana kamu mau?” Lie Lie Yung seperti setengah memaksa. Kuntet Mangkuselan menjawab dengan anggukan saja.

Malam itu, Kuntet Mangkuselan disuruh tidur di kamar tamu paling belakang dekat dengan dapur dan kamar mandi. Ruangannya rapi dan bersih, ukurannya 4x5 meter, dan dilengkapi kaca untuk bercermin serta almari pakaian antik, dan kursi mewah yang nyaman. Suasananya menyebabkan Kuntet Mangkuselan merasa betah di kamar itu, sehingga tidurnya nyenyak dan bangun kesiangan.

Sulastri yang menyiapkan sarapan pagi mengatakan kalau pagi-pagi buta juragannya sudah berangkat ke terminal bus. Hanya titip pesan, kahau Kuntet Mangkuselan ada keperluan keluar, Lie Lie Yung menyarankan dia memakai sepeda motornya.

Setelah sarapan pagi, Kuntet Mangkuselan memang tidak ingin berada di rumah saja. Untuk mengisi waktu kosong, dia memanfaatkan kendaraan roda dua kepunyaan Lie Lie Yung untuk menemui Ketua RT, Ketua RW, Kades dan Camat untuk mencari berita aktual di sekitar Kabupaten Tulungagung.

Malamnya, Kuntet Mangkuselan baru kembali. Makan malam juga sudah disiapkan Sulastri, sementara dia sendiri sudah siap-siap akan tidur. Sebelumnya, dia mengingatkan saja jangan lupa menutup dan mengunci pintu depan.


Misteri Penampakan Siluman Kelelawar Pesugihan


Suasana di luar terlihat remang remang, tetapi Kuntet Mangkuselan masih bisa melihat gerumbulan pohon pisang di halaman. Sekilas tidak ada yang mencurigakan di luar sana.

Kuntet Mangkuselan sudah akan meninggalkan jendela ketika melihat ada orang yang berada di antara gerumbulan pohon pisang. Sebentar Kuntet Mangkuselan tertegun. Dalam hatinya bertanya dan mengira-ira, apa sosok yang belum jelas identitasnya itu.Orang yang akan mempunyai niat jahat, ingin mencuri misalnya? Kalau dugaan Kuntet Mangkuselan benan, dia segera mencegahnya.

Kuntet Mangkuselan sudah pasang kudakuda ingin bertindak ketika sosok yang tadinya terlihat tidak jelas sekarang menjadi jelas. Kuntet Mangkuselan masih menanti dengan hati was-was ketika dia melihat wanita itu membungkukan badannya. Sepertinya dia mulai sibuk mengambili barang di sela-selanya daun dari pohon pisang.

Setelah diperhatikan, di tangannya memegang lembaran-hembaran kertas. Sekilas seperti uang kertas nominal lima puluh dan seratusan ribuan. Dan ternyata wanita itu Sulastri. Dia terus membungkuk mengambili lembaran uang kertas tersebut dari pohon pisang yang satu ke pohon pisang lainnya. Dan di tangannya sudah penuh, barangkali sudah sampai jutaan.

Kalau uang itu uang sungguhan, dari mana datangnya? Kok ada ada yang nyangkut di pohon pisang? ini benar-benar unik dan aneh. Artinya sehama ini Lie Lie Yung termasuk manusia beruntung, karena mempunyai pohon pisang ajaib yang bisa membuahkan uang banyak sekali.

Paginya, Kuntet Mangkuselan melihat wajah Sulastri cerah dan ceria. Dasternya terkesan agak sensual tidak mengenakan bra dan bagian dadanya terbuka. Dia sering membungkuk sepertinya tidak disengaja, sehingga gunung kembarnya sering menyembul. Karena sensasi iki Kuntet Mangkuselan seperti kena kekuatan hipnotis, selanjutnya lupa apa yang akan ditanyakan.

MALAM KETIGA menginap di rumahnya Lie Lie Yung, Kuntet Mangkuselan semakin penasaran. Mulai tengah maham, dia siap siap akan menyelidiki kasus yang bermuatan mistis ini sendirian. Sayangnya, mulutnya tidak bisa membuka ketika ingin mendapat informasi dari Sulastri. Entah bagaimana?

Ketika jarum jam berhenti di angka 12, tiba-tiba Kuntet Mangkuselan tahu kalong besar terbang rendah dan hinggap di ranting pohon mangga dekat kamar dia tidur.Selanjutnya, lewat jendela kamar, Kuntet dia keluar lewat jendela. Setelah sampai halaman, kalong-kalong tersebut sudah banyak yang hinggap di pohon pisang. Barangkali sudah mengetahui kedatangan Kuntet Mangkuselan di sana, selanjutnya menghilang di kegelapan.

Ingin memastikan apa yang ditinggalkan kalong-kalong tersebut, Kuntet Mangkuselan segera menghampiri pohon pisang tersebut. Tanpa ragu-ragu lagi, gulungan kertas itu oleh Kuntet Mangkuselan langsung dibuka. Ternyata setelah dibuka ada uangnya nominal lima puluh, dan seratusan ribu. Tangannya Kuntet Mangkuselan bergetar dan tidak mempunyai niat akan mengambil, karena yakin, uang itu pasti datang dari sebab yang tidak wajar. Barangkali kalong siluman yang membawa.

Kuntet Mangkuselan mempunyai penemu, barangkali Lie Lie Yung ini berteman dengan kalong siluman. Terus, apa dia akan dijadikan tumbal? Padahal Lie Lie Yung kelihatan baik? Apa ada maksud yang disembunyikan di belakangnya ini?

Sore itu, Kuntet Mangkuselan sudah janji akan kembali ke Kediri. Tetapi sore itu hujannya deras sekali, sehingga menghalang-halangi niatnya Kuntet Mangkuselan akan segera meninggalkan rumah yang penuh misteri ini.

Hujan ternyata deras ketika Kuntet Mangkuselan duduk di ruang tamu. Di tengah-tengahnya suara air hujan, telinganya Kuntet Mangkuselan menangkap suara cut-cut yang dilkuti suara bergeraknya bulu yang halus.

Kuntet Mangkuselan berdiri, selanjutkan berjalan menuju jendela depan. Membuka tirainya yang terbuat dari kain tebal yang motifnya bunga. Terus melihat sekitarnya terlihat remang-remang. Ternyata suara itu asalnya dari rombongan kalong. Hewan malam itu terbang, dan menyebar tanpa arah yang jelas.

Menjelang Magrib, jumlah kalong-kalong itu semakin betambah banyak. Pada waktu bersamaan, Kuntet Mangkuselan menoleh ke angin-angin kamar lantai dua, dan dari sana kalong-kalong tersebut keluar masuk. Apa di situ rumahnya?

Cerita Mistis Terjebak Permainan Ranjang Wanita Misterius

Kuntet Mangkuselan masih mencoba menebak-nebak ketika tanpa dia sadari Sulastri sudah ada di dekatnya. Tanpa malu-malu dia Iangsung merangkul Kuntet Mangkuselan.

“Tolongi saya, Bang! Malam ini temani saya tidur. Saya takut dengan kalong-kalong itu,” bisik Sulastri menggoda.

Permintaan yang terkesan merayu tersebut, menyebabkan Kuntet Mangkuselan Mangkuselan merasa kena hipnotis.lbaratnya kucing diberi ikan segar, Kuntet Mangkuselan pasrah saja ketika tangan Sulastri menarik dia ke kamar pribadi Lie Lie Yung tersebut.

Kalau sekedar menemani tidur, barangkali itu biasa. Yang tidak biasa itu kalau pria dan wanita tidur sekamar dan kuat tidak melakukan hubungan suami istri. Kuntet Mangkuselan tidak bisa menahan gejolak birahinya ketika melihat Sulastri tampil polos di depannya. Karena itu, Kuntet Mangkuselan melupakan Sulastri itu bukan istrinya.

Seperti di luar kesadaran, Kuntet Mangkuselan sudah terjebak dengan permainan ranjang yang cukup spesial. Perbuatan laknak tersebut dilakukan sampai tiga kali, sampai akhirnya ketiduran di tengahnya hujan deras dan guntur menyambar-nyambar.

Lewat tengah malam menjelang pagi hari, Kuntet Mangkuselan terkejut. Seperti mendengar suara aneh-aneh lagi. Datangnya dari atas. Segera dia menyambar pakaiannya, ingin mengetahui apa yang terjadi di atas sana. Dilihat, Sulastri masih tidur nyenyak, telanjang bulat.

Sebelum melangkah meninggalkan kamar dan naik ke lantai dua, sengaja badannya Kuntet Mangkuselan ditutupi selimut. Setelah sampal di lantai dua, bulu kuduknya berdiri. Aura mistis datang mengejar bersamaan dipandangi lukisan wanita telanjang sedang naik kalong di salah satu pintu kamar.

Kuntet Mangkuselan masih bingung ketika dari bawah gang pintu muncul cahaya. Seperti sinar lilin baru dinyalakan. Dan bersamaan dengan itu, bau kemenyan memenuhi ruangan Lantai dua tersebut. Kuntet Mangkuselan masih tertegun ketika di depannya tiba-tiba muncul kalong yang terbang rendah mengitari ruangan.

Anehnya, semakin lama ukurannya kalong itu semakin bertambah besar. Lebih celaka, sepertinya makhluk itu siap-siap akan menyerang Kuntet Mangkuselan. Untung dia masih menguasai jurus silat yang pernah dipelajari ketika masih aktif di pramuka dulu. Serangan itu bisa dihindari, sehingga serangan kalong raksasa tersebut tidak mengenai sasaran.

Ketika kalong tersebut terdorong ke depan, Kuntet Mangkuselan tidak menyianyiakan kesempatan itu. Selanjutnya, Iehernya dibekuk Ian sayapnya dipegang kuat. Kalong yang besar tersebut berusaha meloloskan diri. Kuntet Mangkuselan masih berpikir bagaimana caranya membunuhnya ketika warna badannya yang hitam berubah jadi kemerah-merahan. Di hitungan detik, langsung berubah jadi gumpalan darah kental yang menjijikan. Gumpalan darah kental itu oleh Kuntet Mangkuselan dibuang ke lantai. Tetapi terlihat bergerak dan semakin bertambah besar.

Kuntet Magkuselan melangkah mundur ketika darah hidup tersebut berubah jadi sosok manusia dengan kahanan tanpa sehelai benang. Wajahnya sudah tidak asing lagi (maksudnya sudah dikenali). Walau wajahnya itu masih tertutup darah.

“Ka ... kamu?” Kuntet Mangkuselan terkejut.

“Ya, ini saya ... Lie Lie Yung ... Kenapa?

Terkejut ya?” wanita itu   gereng-gereng seperti setan.Menakutkan sekali.

“Panjang ceritanya, teman!” kata Lie Lie Yung sinis. “Kamu tidak perlu tahu!”

“Tetapi...?”

“Tidak usah tetapi-tetapi ... sebaiknya segera kamu tinggalkan tempat ini sebelum setan di badan saya mencekik kamu!” potongnya cepat sambil mengancam.

Nyalinya Kuntet Mangkuselan mengecil Barangkali Lie Lie Yung marah, mengetahui Kuntet Mangkuselan sudah meniduri Sulastri. Atau barangkali gagal membunuh dia.

Melihat Lie Lie Yung yang semakin aneh, Kuntet Mangkuselan segera melakukan apa yang diperintahkan. Tanpa memperdulikan hujan yang terus deras malam itu, Kuntet Mangkuselan langsung cabut.

Minggu-minggu selanjutnya, setelah Kuntet Mangkuselan berada di Kediri, dia mendengar berita yang tidak baik. Warga kampung ramai-namai mendatangi rumah Lie Lie Yung, karena mempunyai rumah dicurigai berteman dengan setan. Berita tersebut menyebutkan rumah Lie Lie yung dibakar sampai rata tanah. Sayangnya, tidak mendapat informasi, apa Lie Lie Yung ikut jadi korban amuk masa itu.

Akibat berhubungan badan dengan wanita misterius


Anehnya juga, kurang lebih sebulan selanjutnya, Kuntet Mangkuselan menderita sakit aneh di “alat pejantannya”. Alat pejantannya tatu nanah, dan berbau tidak enak. Sakitnya tidak karuan.

“Kamu sudah meniduri wanita teman pemuja kalong siluman. Untuk menyembuhkan tatu-tatu di alat pejantanmu, kamu harus minum air masakan daging kalong selama tujuh hari,” penjelasan salah satu praktisi kebatinan ketika Kuntet Mangkuselan berkonsultasi penyakitnya.

Susah juga menangkap kahong di Kediri, sehingga Kuntet Mangkuselan harus pesan sampai Nganjuk. Untungnya, setelah melakukan petunjuk itu, tidak berselang lama selanjutnya, penyakit aneh itu bisa sembuh. Tetapi dampaknya fatal, sebab kejantanannya jadi lemas dan Ioyo.Jangan lewatkan juga cerita mistis misteri akibat berhubungan badan dengan jin peri cantik   atau juga cerita mistis berhubungan badan dengan kuntilanak
Itulah cerita mistis misteri kisah terjebak berhubungan badan dengan wanita pemuja siluman kelelawar
advertisement
Loading...
loading...