Cerita Dongeng Rakyat Nusantara Indonesia Legenda Raden Alit

ads

Krmpulan Cerita Dongeng Rakyat Nusantara Raden Alit Dan Raden Kuning Juga Dayang Bulan

Cerita rakyat, pada suatu zaman Ratu Ageng,raja di negeri Tanjung Kemuning Sumatera selatan, menikah dengan seorang Dewi kahyangan dan tinggal di langit serta di karuniai tiga orang anak.Kedua anaknya yang laki-laki bernama Raden Kuning dan Raden Alit,sedang yang perempuan bernama Dayang Bulan.

Dalam perjalanah sang waktu, Raden Kuning dan Raden Alit tumbuh menjadi pemuda yang sakti mandraguna berkat berguru kepada Nenek Dewi Langit sementara, Dayang Bulan tumbuh menjadi sosok wanita yang cantik dan elok.
cerita dongeng rakyat nusantara legenda raden alit Indonesia

Tanpa terasa, keluarga Ratu Ageng hampir dua puluh tahun tinggal di langit. Hingga suatu ketika, karena kerinduannya, maka, Ratu Ageng mengajak keluarganya untuk pindah ke bumi. Gayung pun bersambut, permaisuri dan ketiga buah hatinya bersedia untuk ikut serta — esoknya, Ratu Ageng beserta keluarga dan sejumlah pengawal kepercayaannya turun ke bumi dan membangun sebuah istana yang tak seberapa megah untuk tempat tinggal mereka.

Sejak itu, Ratu Ageng, keluarga dan para pengikutnya hidup sebagaimana layaknya manusia di bumi.Waktu terus berlalu. Hingga pada suatu hari, malapetaka pun menimpa keluarga Ratu Ageng, Dayang Bulan mangkat karena digigit oleh seekor ular Iidi. Duka pun memayungi keluarga Ratu Ageng dan para pengikut setianya usai pemakaman di kebun bunga yang terletak di samping istana.

Hingga suatu hari, Raden Kuning dan Raden Alit meminta izin kepada Ratu Ageng untuk mencari Dayang Bulan keduanya yakin, adiknya masih hidup dan diculik oleh seseorang yang sakti mandraguna. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Ratu Ageng dan permaisurinya memberikan izin pada keduanya.

Keduanya berjalan dengan mengikuti kata hatinya. Hingga suatu hari, setibanya di tepian pantai, keduanya melihat sebuah rejung (kapal besar dan megah). Karena menyangka ada Dayang Bulan di dalamnya, dengan satu lompatan, keduanya sudah berada di atas rejung dan memulai pencarian Tapi apa daya, Dayang Bulan tidak ditemukan. Yang ada hanyalah dua lelaki yang sedang tertidur lelap di sebuah kamar.

Dongeng Rakyat Cerita Rakyat Nusantara Legenda Kisah Raden Alit Dan Raden Kemuning


Raden Kuning langsung membangunkan keduanya dan menanyakan dan mana keduanya berasal serta apa tujuan mereka berada di tempat itu. Ternyata, kedua lelaki yang bernama Si UlungTunggal dan Serincung Dabung, tengah mencari saudara perempuannya yang bernama Dayang Ayu yang mangkat akibat digigit seekor ular lidi dan diyakini oleh keduanya diculik oleh seorang sakti mandraguna yang bernama Malim Putih, salah seorang putra raja Negeri Salek Alam.

Raden Kuning dan Raden Alit terkesiap. Betapa tidak, peristiwa yang diceritakan oleh Serincung Dabung sama dengan yang menimpa Dayang Bulan. Menurut Serincung Dabung yang ternyata ahli nujum, Dayang Bulan diculik oleh Malim Hitam, yang juga merupakan putra dari raja Negeri Salek Alam. Sayangnya, Serincung Dabung tak bisa mengetahui dengan pasti letak Negeri Salek Alam. Karena merasa senasib sependeritaan, maka, keempatnya sepakat berpencar untuk bersama-sama mencari saudara perempuannya yang hilang.

Si UlungTunggul berjalan di atas kahyangan, Raden Kuning terbang, Serincung Dabung berjalan di dalam air, sementara, Raden Alit berjalan menaiki bukit, menuruni lembah serta menyeberangi sungai.

Hingga suatu hari, di suatu tempat, Raden Alit bertemu dengan seorang nenek yang berpakaian sangat rapi. Dengan santun, Raden Alit menyapa sang nenek, Dari pembicaraan selintas, akhirnya Raden Alit tahu, betapa sang nenek sengaja datang untuk memenuhi undangan pernikahan Malim Hitam dengan Dayang Bulan serta Malim Putih dengan DayangAyu, di Negeri Salek Alam.

Tak lama setelah berpisah dari sang nenek, dengan kesaktiannya, Raden Alit langsung merubah ujudnya dan berangkat ke Negeri Salek Alam. Setibanya di sana, ía bertemu dengan Raja jin (konon penguasa Sumatra Selatan) dan mengatakan apa tujuan sebenarnya datang ke negeri itu. Pada saat itulah, Raden Alit melihat Salipuk Jantung, putri Raja jin. Keduanya sontak jatuh cinta pada pandangan pertama dan berjanji akan menikah.
Bersamaan dengan itu, Raden Alit meminta kepada Raja jin untuk membebaskan Dayang Bulan dan Dayang Ayu dari cengkeraman Malim Hitam dan Malim Putih. Dengan kesaktiannya, sebelum naik ke pelaminan, Raja jin berhasil merubah wujud Dayang Bulan dan Dayang Ayu menjadi dua tangkai bunga.

Raden Alit berhasil menyelinap ke dalam kamar dan melihat ada dua tangkai bunga yang tergeletak di lantai. Ia langsung saja mengambilnya. Ketika hendak keluar kamar, ternyata, Malim Hitam dan Malim Putih telah menghadangnya.

“Serahkan kedua tangkai bunga itu” Bentak Malim Hitam dan Malim Putih.

“Silakan jika kalian mampu,” jawab Raden Alit.

Pertarungan pun tak terelakkan lagi. Mulanya, Raden Alit masih mampu melayani Malim Hitam dan Malim Putih, namun, setelah pertarungan itu berlangsung selama beberapa hari, Ia pun mulai kewalahan bahkan terlempar ke langit. Beruntung, saat itu, pintu langit dalam keadaan terbuka sehingga Raden Alit tidak jatuh terhempas ke bumi.Saat itu juga Raden Alit menemui Nenek Dewa Langit untuk meminta pertolongan.

“Asal kamu tahu,mereka tidak bisa mati,sehingga , lemparkanlah mereka ke langit, nanti, nenek akan tangkap lalu memasukkannya ke sangkar besi,” kata Nenek Dewa Langit.

Sesudah memberikan wejangan secara deatil untuk mengalahkan Malim Hitam dan Malim Putih, Raden Alit segera kembali lagi ke bumi untuk melanjutkan pertarungannya.

Ketiganya kembali terlibat dalam suatu pertarungan yang semakin seru. Jurus-jurus dan ajian pamungkas mematikan dikeluarkan silih berganti. Hingga akhirnya, suatu kekuatan maha dahsyat yang dilancarkan oleh Raden Alit berhasil membuat Malim Hitam dan Malim Putih terlempar ke langit.

Nenek Dewa Langit yang sengaja menunggu, langsung menangkap dan memaukkan keduanya ke dalam sangkar besi agar tak dapat lagi kembali ke bumi untuk membuat kekacauan.Bersamaan itu, Dayang Bulan dan Dayang Ayu pun kembali ke wujud aslinya.

Tak lama setelah itu, Si UlungTunggal, Serincung Dabung dan Raden Kuñing datang dengan secara bergantian. Tanpa berlama-lama, Raden Alit pun menceritakan apa yang baru saja terjadi.

“Terima kasih sahabat, engkau telah menyelamatkan saudara kami, Dayung Ayu,” demikian kata Si UlungTunggal dan Serincung Dabung hampir bersamaan.

“Tapi, keberhasilan ini tidak terlepas dari bantuan Raja jin,” ujar Raden Alit.

“Siapa gerangan?” Tanya Serincung Dabung.

“Raja Jin baik hati yang merupakan penguasa negeni ini,” jawab Raden Alit.

Singkat kata, dengan ditemani Raden Alit, Raden Kuning dan Si U lung Tunggal bersaudara menemui Raja Jin untuk menghaturkan terima kasih karena telah membantu mereka membebaskan Dayang Bulan dan Dayang Ayu. Dan setelah itu, mereka pun berpamitan untuk kembali ke negerinya masing-masing.

“Selamat tinggal sahabat, doa kami menyertai setiap ayunan langkah kalian,” ujar Raden Alit, Raden Kuning dan Dayang Bulan hampir bersamaan.

“Terima kasih...semoga persahabatan kita kekal selamanya. Salam takzim kami untuk Baginda Ratu Ageng dan permaisuri,” sahut Si UlungTunggal, Serincung Dabung dan Dayang Ayu dan atas rejung yang telah bersiap-siap untuk membawa mereka kembali ke negerinya.
Seiring dengan itu, di istana Negeri Tanjung Kemuning, berbilang waktu, Ratu Ageng dan permaisurinya dengan cemas menanti kepulangan anak-anaknya. Tak ada yang dikerjakan kecuali melamun, melamun dan terus melamun....

Cerita Dongeng Rakyat Cerita Rakyat Nusantara Legenda Kisah Raden Alit


Ketika melihat ketiga anaknya pulang, keduanya tak sanggup menahan rasa haru. Rasa kegembiraan yang meluap-luap diwujudkan dengan membuat pesta besar-besaran selama tiga hari tiga malam untuk menyambut kedatangan Raden Alit, Raden Kuning, dan Dayang Bulan.

Usai pesta, Raden Alit segera menghadap kepada kedua orang tuanya untuk menyatakan bahwa dirinya telah sepakat untuk menikah dengan Putri Raja Jin.Pada waktu yang dianggap tepat, Ratu Ageng beserta permaisuri serta anak-anaknya datang ke tempat Raja jin untuk melamar sekaligus menikahkan Raden Alit dengan Salipuk Jantung. Lepas itu, keduanya hidup dengan bahagia.

Jangan lewatkan Cerita Rakyat Kerajaan Majapahit 
itulah cerita rakyat dongeng rakyat nusantara di Indonesia yaitu Kisah perjalanan hidup Raden Alit
advertisement
Loading...
loading...