Menguak Mistis Misteri Pesugihan Tuyul Dan Ciri Pemeliharanya

ads

Mengungkap Mistis Misteri Pesugihan Tuyul Di Makam Klancingan 

Misteri Nyata Tengah Malam akan mengungkap misteri tuyul dari macam-macam jenis tuyul,cara mendapatkannya,ciri-ciri orang yang memelihara tuyul serta resikonya.
ciri-ciri tuyul,jenis tuyul,cara memelihara tuyul

Dari berbagai macam jenis pesugihan yang ada dan sudah sangat popular terdengar, mungkin yang paling tidak memiliki resiko tinggi, yakni pesugihan Tuyul. Karena Tuyul ini tidak membutuhkan tumbal nyawa manusia, tetapi hanya butuh kecocokan antara pemelihara (baca:majikan) dengan yang dipelihara (Tuyul).

 Untuk itulah pesugihan Tuyul inilah yang konon paling diminati. Sosok jin bajang ini, selain mudah didapatjuga tidak perlu tumbal nyawa. Bahkan transaksi penyerahan pesugihan jenis ini, tidak terlalu ribet. “Untuk mendapatkan uang yang melimpah, hanya cukup menunjukkan di mana area Tuyul ini harus bekerja,” ujar Agus Sugiyono, kepada penulis saat ditemui di rumahnya yang tidak jauh dari area Makam Klancingan.
Bahkan Agus sendiri mengaku sering mengantarkan dan memandu para pemburu pesugihan Tuyul di Makam Klancingan itu. Memang tidak sulit, kata Agus, untuk mengadopsi Tuyul di sini. Di mana lanjutnya, peminat atau pelaku ritual pesugihan Tuyul ini hanya cukup mempersembahkan sesaji berupa pisang raja setangkep (satu sisir), jajan pasar, gecok bakal, kendi, buah-buahan serta uang sebagai sarana sesaji. Setelah semua ubo rampe sesaji tersebut disediakan, maka pelaku ritual harus mengantarnya sendiri di Makam Klancingan.

Yang berada di dalam cungkup dan berlokasi di sudut sebelah timur dari belasan kuburuan yang ada di sana. Memang, Makam Klancingan ini merupakan makam tua yang sudah mati.Artinya, makam ini tidak lagi digunakan untuk mengubur mayat warga setempat yang meninggal dunia. Dinamakan Makam Klancingan, karena ‘penunggu gaib’ makam ini dulunya, seorang yang semasa hidupnya bertugas membawa kunci untuk membuka gerbang gaib area pesugihan Tuyul ini. Dan ketika dia meninggal dunia tidak ada lagi penggatinya, sehingga siapapun yang ingin memelihara Tuyul di sini harus caos dahar (memberi sesaji) sebagai syarat yang harus dipenuhi.

Untuk melancarkan keinginannya tersebut bisa di pandu oleh Agus. Di sana pelaku ritual dan Agus terus melakukan meditasi di depan Makam Klancingan, sekaligus mengutarakan keinginannya untuk mengadopsi Tuyul yang jenis apa.

3 Macam jenis tuyul yang banyak di pelihara orang untuk pesugihan


Karena selama ini Tuyul dianggap berwujud bocah kecil seumuran 3 - 5 tahunan, berperut buncit dan berkepala gundul. Memang benar adanya! Tetapi sosok jin bajang yang orang Iatah menyebutnyaTuyul itu, sejatinya ada 3 jenis yaitu :
  1.  Tuyul yang berperut buncit dan berkepala gundul.
  2. Tuyul yang disebut Kamtil, wujudnya juga bocah kecil bertubuh kurus, berkepala gundul, tetapi     mulutnya dengan posisi vertikal, tidak seperti manusia normal kebanyakan,
  3.  Tuyul disebut Gambruk,juga berupa layaknya bocah berperut buncit, namun kepalanya berambut gimbal. Perilaku ketiga jenis pesugihan ini semuanya suka diemong (diasuh) oleh pemiliknya.
“Untuk itulah pesugihan Tuyul ini paling mudah dipelihara dibandingkan pesugihan jenis lain,” lanjut Agus
Lebih jauh Agus mengungkapkan, untuk memelihara pesugihan Tuyul ini hanya diperlukan jodoh saja, Artinya, tidak hanya seorang perempuan saja yang bisa memelihara Tuyul, tetapi kaum telaki pun juga bisa mengadopsinya. Memang ada jenis jin bajang ini yang hanya khusus bisa dipelihara wanita, yakni yang dinamakan Kamtil, karena Kamtil ini kesukaannya netek(menyusu payudara).

Hal ini menjadi syarat utama bagi Kamtil, karena Kamtil ini baru mau dilepas jika akan ‘bekerja’ atau mencuri uang di rumah-rumah maupun di pasar. Kendati wanita yang mengadopsi Kamtil ini payudaranya tidak mengeluarkan air susu, namun syarat ini harus tetap dipenuhi.

Ciri-Ciri Orang yang memelihara pesugihan tuyul


Maka ciri wanita pemelihara Kamtil ini secara fisik, tubuhnya kurus kering, karena sari-sari atau asupan energi di tubuhnya selalu dihisap oleh Kamtil itu sampai waktu perjanjian dengan jenis jin bajang ini selesai. Karena pemelihara Kamtil ini terikat oleh perjanjian yang sudah disepakati, ada yang sepuluh tahun, 15 tahun, sampai tua, bahkan ada juga yang sampai mati.

Lain lagi dengan pesugihan jenis Gambruk, jin bajang ini suka digendong di punggung kemanapun pemiliknya berada, sehingga bisa dipelihara oleh lelaki maupun perempuan. Jadi Gambruk ini maunya digendong ketika akan bertugas untuk mencuri uang, sehingga Si pemilik baru bisa melepaskan gendongannya ketika berada di tempat sasaran pencurian.

Jadi ciri khas dari pemilik pesugihan Gambruk ini kalau berjalan dan ingin melakukan operasi pencurian, kedua telapak tangannya dirapatkan kebelakang atau di pungggungnya dengan posisi seperti orang rnenggendong bocah kecil. Sedangkan jenis jin bajang,Tuyul tidak memiliki perilaku tertentu alias liar, sehingga ciri khas pemiliknya sulit dideteksi.Namun semua jenis jin bajang ini selalu dituntun di tempat dia ‘bekerja’, karena Masing-masing baru mau bekerja jika disuruh pemiliknya dan ditunjukkan di mana tempatnya.

 

Menguak ritual mendapatkan tuyul pesugihan


Kembali pada ritual untuk dapat mengadopsi pesugihan jin bajang ini, seusai melakukan ritual di Makam Klancingan, calon pemelihara harus bisa menentukan atau memilih salah satu di antara tiga jenis jin bajang tadi, yakni Tuyul, Kamtil atau Gambruk.

Lebih dari itu Si pemilik juga harus menunjukkan uang yang harus dicuri, entah itu lima puluh ribu rupiah atau seratus ribu rupiah. Karena mereka (para jin bajang ini hanya tahu jenis uang yang ditunjukkan sebelumnya) jika memilih Tuyul, maka ritual dilanjutkan menuju pohon ketos yang tumbuh di area Makam Klancingan tersebut, di sana setelah melakukan ritual semadi seperti arahan yang disyaratkan.

Maka pada saat usai melakukan ritual, bisa langsung membawa pulang Tuyul yang dikehendaki. Begitu pula ketika calon pemilik pesugihan ini memilih Gambruk, maka ritual dilakukan di sebuah rumah kosong yang ada di luar area Makam Klancingan.

Jika sudah begitu, maka pemiliknya harus berjalan dengan membungkuk dan tangannya ke belakang, karena dia telah menggendong peliharaannya untuk dibawa pulang. Selanjutnya, karena calon pemelihara Kamtil ini seorang wanita, maka disyaratkan untuk mandi keramas di Sungai sekaran yang tidak jauh dari makam itu. Letak Desa Sekaran sendiri, dulunya memang cukup strategis sebagai pusat peradapan yang diyakini kebenarannya pada masa kejayaanya.

Selain memiliki banyak sumber mata air, Desa Sekaran dikelilingi dengan aliran sungai yang konon berhulu dari Gunung Merapi. Oleh karena itu di sepanjang aliran sungai itu banyak ditemukan tempat-tempat pemujaan dewa-dewa Hindu dan Budha.

Mengingat banyaknya tempat-tempat pemujaan dan persembahyangan di sana, tak pelak banyak warga yang mempercayai jika Desa Sekaran dulu merupakan kota peradaban yang pernah dibangun ribuan tahun silam. Selain itu Desa sekaran juga merupakan tapal batas kerajaan pada masa kejayaan Kasultanan Pajang yang kala itu dipimpin Sultan Hadiwijaya. Beberapa makam para punggawa keraton Pajang yang banyak terukubur di sana juga menjadi pertanda, bahwa di desa ini pernah ada peradapan yang terkait dengan Kerajaan Pajang. Jadi sangat wajar kalau di sana juga muncul petilasan-petilasan, juga tempat-tempat ritual yang dikeramatkan, termasuk Makam Klancingan ini.

Untuk menentukan pemilihan pemeliharaan Tuyul, Gambruk atau Kamtil, selain harus ditentukan sendiri oleh pemiliknya juga bisa melalui wangsit atau petunjuk gaib, di kala calon pemilik jin bajang ini melakukan ritual semadi dan manekung di pusara Makam Klancingan. Syarat lain yang harus dipenuhi, tergantung dari penjanjian gaib yang sudah disepakati untuk memutuskan hubungan.

Artinya, bisa melalui waktu, usia si pernilik atau selamanya (sampai mati). Memang, nampaknya sangat mudah syaratnya untuk mendapatkan pesugihan jin bajang, namun mungkin terasa berat bagi yang menjalaninya. Sebab resiko ketahuan saat melakukan tindak pencurian itu juga akan ditanggung sendiri oleh si pemilik pesugihan ini.

Sebab sering juga dikabarkan ada orang yang memelihara Tuyul bisa diketahui dari perangainya, karena jasa paranormal atau memang dituduh oleh khalayak, mengakibatkan pemilik pesugihan ini lantas dihakimi sendiri oleh massa dengan cara dihajar beramai-ramai atau digebuki secara masal, juga diikat dan sebagainya.
itulah menguak mitos mistis misteri pesugihan dengan jalan sesat memelihara tuyul,dan seperti apa ciri-ciri pemuja pesugihan tuyul
Baca juga cerita mistis nyata pesugihan memelihara bayi kuntilanak.

Karena hukum yang diterapkan ini sangat lazirn, sebab jika menggunakan hukum, negara, sesuai dengan hukum pidana sulit untuk dibuktikan secara nyata. Sehubungan dengan itulah, maka semuanya kembali diserahkan kepada yang melakoninya. Karena yang namanya pesugihan itu bisa dianggap sebagai orang yang mendapatkan kekayaan tanpa harus memeras keringat dan bekerja keras.sumber:misteri.
advertisement
Loading...