Cerita Mistis Kesambet Setan Jurig Jurian Part 2

ads

Cerita mistis nyata pengakuan seseorang.

Ini adalah kisah mistis cerita horor kelanjutan dari Kisah Misteri Kesambet Jurig Jurian Part 2,seperti yang saya bilang pada kisah yang sebelumnya ,kisah ini saya bagi menjadi  4 bagian karena pengalaman mistsisnya sangat panjang,Bagi yang belum membaca kisah yang pertama atau sebelumnya bisa baca disini Kisah Mistis Misteri HororKesambet Jurig Jurian Part 1.
Baiklah pasti sudah tidak sabar untuk membaca kelanjutan Part ke duanya,langsung saja kita simak.

Mistis Misteri Horor Kesambet Jurig Jurian Part 2

mistis,horor,hantu
...Yang terlihat olehku justru sebuah bangunan gudang yang tak pernah terlihat sebelumnya.
Menurutku, berdasar yang pernah kulihat, gudang itu Iampunya menyala semua. Namun karena dindingnya terbuat dari bilik bambu, sinar lampu yang banyak tadi tak mampu membuat bangunan itu terang benderang, tetapi malah sebaliknya, terlihat suram.

Sampal di depan bangunan gudang, bah tua mempersulahkanku masuk. Aku sebenarnya ragu, sebab aku merasa tak pernah melihat bangunan ini sebelumnya. Namun karena dia mengaku menempati rumah itu seorang diri. Akupun akhirnya tergoda untuk mengikuti langkah kakinya memasuki bangunan tersebut.
Begitu masuk, yang terlihat olehku jauh beda dengan yang kulihat di luar. Suasana dalam ruangan itu, nampak sangat gelap. Entah apa isi ruangan gudang tersebut, aku tidak bisa melihatnya. Saking gelapnya ruangan itu, jangankan untuk melihat isinya, melihat jari tanganku saja sangat sulit.

Karena aku tak biasa dengan suasana gelap, akupun meminta bah tua untuk menyalakan lampu atau lilin atau lampu cuplik (cempor). Akan tetapi lama tak ada jawaban. Keadaan benar-benar sepi. Lalu ke mana dia pergi?
Entah berapa lama aku mematung dalam kegelapan di ruangan itu. Kakek misterius itu seolah menghilang. Namun yang terbesit, aku menduga lelaki tua itu sedang berusaha mencari alat penerangan di tempat lain. Hingga sekian lama kutunggu, dia tidak pernah muncul. Sampai kemudian aku sempat dikagetkan oleh muncuhnya suara kucing menggeram dari arah belakang. Suaranya yang melengking dan menggema sempat membuat bulu kudukku merinding.

Lama-hama suara kucing itu terdengar mulai berubah seperti suara auman macan (harimau) yang terdengar sangat dekat. Tentu saja aku jadi tersentak kaget dan mendadak ingat akan kejadian beberapa malam lalu, seekor macan kumbang yang tertabrak namun jasadnya tak ditemukan. Ketakutanku akhirnya memuncak. Merasa sudah tidak nyaman lagi, kuputuskan untuk segera ke luar dari ruangan itu. Namun di luar aku masih tetap menunggu dan berharap Pak Tua muncul. Lagi-lagi, sekian lama menunggu, sosoknya tak pernah muncul. Merasa jenuh dalam penantian yang sia-sia. akhirnya akupun memutuskan untuk pulang.
Merasa ada kejadian aneh yang terjadi malam kemaren, usai Maghrib, kembali aku mendatangi tempat biasa bah tua jualan. Tujuanku hanya ingin mengklarifikasi kejadian malam itu. Aku sengaja nongkrong dan duduk sambil menikmati bajigur di bale-bale bambu. Suasananya seperti biasa. Keasyikanku menikmati minuman penghangat tubuh itu, tiba-tiba terusik oleh sikap PakTua.

Cerita Mistis Nyata Kisah Misteri Kesambet Khodam Macan Hitam


Tidak seperti biasanya, tanpa sengaja, sudut mataku menangkap, pandangan matanya mengarah lekat-lekat padaku. Aku pura-puna tak mengetahul bila diruku sedang diperhatikan. Sesekali aku berusaha mencuri pandang. Mencoba memastikan, apa lelaki tua itu masih mempenhatikanku? Dan ternyata, memang masih.
Bajigur hangat di gelas besar itu telah habis kuminum. Tapi aku belum berniat beranjak pergi. Melihat kondisi yang demikian rupa, bahkan mendadak membuatku tak berani menanyakan kejadian malam itu. Aku masih nekat duduk-duduk dengan pikiran yang bercampur aduk.

Namun keasyikanku kembali terusik oleh tindakannya. Kali ini bukan lagi kanena pandangannya yang aneh. Melainkan, tibatiba kudengar dia bergumam, “Nuhun... Nuhun pisan nya? Ke ku abah dibere. Moal lila deui!” Begitu ucapannya daham bahasa sunda, dengan nada agak pelo, seohah bicara kepada seseorang tanpa wujud.

Kata-katanya yang sungguh tak kumengerti maksudnya saat itu, kontan saja membuatku makin bingung. Lebih bingung lagi, kalimat tersebut diucapkan berulang-ulang. Akhirnya, guna meredam kebingungan, aku menyadarkan diri dengan beranggapan, bahwa perkataan itu bukan ditujukan ke padaku. Tetapi kepada salah seorang pengunjung di taman tersebut, yang wara-wiri tak jauh dari kami berada.

Cukup lama dia bergumam sendiri. Sikap yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Sepanjang itu pula, aku tetap tak mengerti maksud kalimatnya. Karena sudah terlalu lama istirahat, akhirnya aku memutuskan untuk kembali naik angkot. Meninggalkan lelaki tua itu yang masih berbicara sendiri tanpa jelas maksudnya. Bahkan waktu itu aku sudah tak peduli lagi dengan rasa penasaranku tentang kejadian malam itu.

Empat hari telah berlalu. Bahkan peristiwa aneh-aneh sepanjang hari telah mulai hilang dari ingatanku. Namun pada tanggal 19 februari 2015. Tepatnya hari Kamis malam Jum’at kliwon. Saat sedang istirahat di rumah. Menjelang tengah malam, mataku terasa sangat sulit diajak tidur. Sementara pikiranku, melayang-layang tanpa jelas maknanya. Sampai akhirnya kemudian, aku dikejutkan suara ketukan pada pintu. itu terjadi saat waktu telah menunjukkan pukul 01.35 wib,dini hari.

Kisah Misteri Kesambet Khodam leluhur


Mulanya aku menduga anakku yang mengetuk pintu. Mungkin dia tahu aku udah pulang, setelah melihat lampu ruang tengah masih menyala. Marselino, anak lelakiku yang menginjak remaja itu, memang tinggal bersama kakeknya, beberapa blok dari rumahku. Dia memang sudah biasa, jika aku pulang selalu minta uang jajan buat ongkos sekolah, besok.

Setelah ketukan kedua, aku baru beranjak untuk membuka pintu. Ternyata, aku tak menemukan siapapun di depan pintu rumah. Bulu kudukku spontan meremang. Kepalaku juga terasa membesar. Maka, akupun segera menutup pintu kembali dan masuk kamar.

Akan tetapi, baru saja merebahkan tubuh di kasur, tiba-tiba telingaku mendengan suara auman macan di ruang tengah. Aku tak habis pikir! Bagaimana mungkin binatang buas yang biasanya hidup di alam liar bisa ada di dalam rumah. Jangankan macan, tikus saja tidak mungkin bisa masuk. Karena semua pintu dan jendela sudah terkunci rapat. Macan itu tak mungkin bisa menerobos dinding rumah.

Tiba-tiba saja pikiranku jadi khawatir. Bahkan kali ini saat mendengar suara auman tersebut tubuhku menjadi gemetar. Bulu kudukkupun makin meremang, saat mengingat bahwa malam itu adalah malam keramat, malam Jum’at Kliwon. Kondisinya sangat mirip dengan yang terjadi waktu di rumah Pak tua. Sementara lolongan auman suara macan itu terdengar kian keras memecah kesunyian malam. Hingga makin mempertegas, jika suara itu datang dari dunia alam lain.

Menyadari sesuatu yang tidak beres sedang terjadi, Dalam satu kesempatan, aku mencoba mengintip melalui lubang kunci pintu ke tengah ruangan. Astaghfiruhlah  Aku terpekik. Pemandangan yang kulihat benar-benar membuat jantungku hampir copot. Tubuhku lemas, hampir tak bertenaga. Aku menyaksikan pemandangan yang sangat menyeramkan di sana.

Bayangan hitam seekon macan kumbang sedang mondar-mandir di tengah ruangan. Meski bentuknya kurang begitu jelas, namun imbasnya membuatku hampir pingsan. Sebab, saat kuintip kembail, hewan itu menyadari kehadiranku dalam kamar. Sehingga membuatku mati lemas. Aku ketakutan jka hewan itu mendobrak pintu dan menerkam tubuhku.

Menyadari suasananya kian menyeramkan, aku ingat jalan keluanrnya. Dalam kondisi seperti ini aku segera mengaji ayat-ayat Al-Qur’an. Benar saja, meski macan itu masih di ruang tengah, aku membiarkannya saja dan terus khusyu membaca ayat-ayat kalam Allah. Namun anehnya, meski tanpa wujud, untuk selanjutnya aku mendengar suara auman macan itu kini berpindah ke kamarku. Bahkan aku merasakan suara itu sangat dekat, seperti berada di sebelahku.
itulah kisah mistis pengalaman nyata kesambet khodam macan bagian ke 2
Karena tak kulihat wujudnya, akupun terus melanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dengan lantang. Suara aneh itu  akhirnya mereda. Namun kemudian yang terdengar, ganti suara desahan nafas berat seonang kakek tua, yang berbisik di telinga, .....Bersambung.....
Untuk membaca kelanjutan kisah mistis misterinya klik DisiniKisah Misteri Kesambet JurigJarian Part 3 >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jangan lewatkan yan sambungannya
advertisement
Loading...
loading...