Mitos Keberuntungan Ataukah Kebetulan Inilah Mantra keberuntungan

ads

Mitos Primbon Kisah Mistis Misteri Nyata Menggunakan Mantra Kesuksesan

 Misteri Nyata Tengah Malam update hari ini akan berbagi kisah seorang manusia yang penuh keberuntungan karena kebaikan yang dilakukannya,semoga ada hikmah yang bisa kita petik dari kisah ini.
Reuni kali ini benar-benar meriah dan mencengangkan. Betapa tidak, Budi yang selama ini dikenal sebagai sosok yang apa adanya, pemalu dan tak pernah percaya diri, kini, tampil dengan amat berbeda.

Kini, Si pemalu mulai bisa berkicau. Hampir semua yang hadir pasti terkena candanya yang menyegarkan --- sementara, di sudut sana, Arlo dan Deni, dua sahabat yang selama kuliah selalu memanfaatkan keringantanganan udi hanya bisa tersenyum kecut. Yah ... hamper semua tahu, Ario dan Deni, walau tergolong bak, tetapi memiliki hati yang culas.

Keduanya Iebih mengutamakan kepentingannya sendiri ketimbang orang lain. Sehingga tak jarang, walau mereka tahu Budi sedang membutuhkan, tetapi, dengan berbàgai alasan keduanya menahan honor tersebut untuk membeli keperluan untuk mendukung penampilannya.


Yang paling konyol adalah, walau tahu, tetapi Budi tetap saja mau menolong keduanya dengan tulus. Jika hal itu ditanyakan, dengan santai Budi pun menjawab; “Biarlah, suatu saat mereka pasti akan menerima dan memetik hasil dari perbuatannya.”

“Tetapi, apa yang membuatmu berubah dan berhasil?” Tanya Riska dengan penuh harap.

‘Ah ... rasanya aku belum pernah berubah apalagi berhasil,” sahut Budi menghindar.

“Waduh ... pasti ada rahasia nih,” sahut Akbar sambil menghembuskan rokoknya dalam-dalam.

Akhimya, pembicaraan mereka pun kembali berlangsung dengan riang sambil mengungkapkan berbagai pengalaman lucu ketika kuliah dulu. “Jujur gua bingung, Budi kan pemalu campur gampang banget 
dibohongin, kok sekarang jadi jago banget ngehindar ya ...,“ celetuk Zaki.

Suara tawa pun kembali terdengar. Dengan nada kecut, Budi pun menyahut;

“Waktu itu gua cuman sekadar balas budi aja. Tapi lama kelamaan gak tahan juga dah”.

“Alhamdulillah, teman kita dan insap sekarang,” kara Karyo sambil menyeruput kopi hangat.

“Oke ... kita dengerin tuh, Akbar lagi membacakan name, alamat, e-mail dan nomor hp masing-masing. Tujuannya biar komunikasi di antara kita tetap jalan,” kata Gogot mengingatkan.

Semua dengan tertib mendengarkan apa yang disampaikan oleh Akbar, yang sekali ini dinobatkan sebagai Ketua Alumni.


Perjalanan hidup Budi memang benar-benar panjang dan berliku. Lepas SMA, sang ayah yang selama ini menjadi penopang hidup keluarga meninggal dunia. Sejak itu, tinggallah, ibu, Budi dan kelima orang adiknya tanpa jaminan kehidupan yang pasti. Maklum, sang ayah hanyalah sebagal pegawai swasta.


Budi terpaksa membanting tulang untuk membantu ekonomi keluarganya dengan bekerja serabutan. Ia yang semula bercita-cita sebagai seorang ekonomi terpaksa harus mengubur keinginannya sedalam-dalamnya
beruntung, takdir berkehendak lain. Pada suatu hari, karena kesantunan, ketabahan serta kemauannya yang keras, Budi bertemu dan akhirnya diangkat oleh salah seorang keturunan bangsawan dari Surakarta Haduiningrat menjadi adik angkatnya.misteri keberuntungan


Dan sejak itu, Budi pun mulai tinggal bersama dengan kakak angkatnya dan sesekali pulang ke rumah untuk memberikan sekadar uang guna membantu meringankan beban ibu dan kelima adiknya. Perjuangan Budi tak berhenti sampai di situ, berkat bantuan keuangan dari sang kakak angkat dan keenceran otaknya, akhirnya,
Budi bagai tersentak.

 Kepanikan mulai menjalari seluruh relung hatinya. Ia sadar, sang kakak angkat memiliki indera keenam karena Ia merupakan sesepuh dari salah satu aliran kepercayaan yang amat berpengaruh bagi masyarakat Jawa yang berhasil melanjutkan pelajaran di salah satu perguruan tinggi yang bengengsi.


Seiring dengan perjalanan sang waktu, karena perasaañ risih dan ingin segera tidak merepotkan sang kakak angkat, Budi terkadang membantu kesibukan Ario dan Deni  yang memang sering mendapatkan “job kecil-kecilan” --- padahal, hampir seluruh teman-temannya melarang membantu keduanya. Maklum, walau tergolong baik, tetapi, keduanya culas dalam hal keuangan. Karena merasa yang mendapatkan “job”, biasanya, keduanya akan mengambil untung yang besar bagi dirinya sendiri, barulah membagikan kepada yang membantu dengan ala kadarnya.


Cerita mistis nyata kisah misteri Mitos mengamalkan mantra keberuntungan


Tak jarang, Zaki dan Akbar berkomentar miring terhàdap keduanya; “Yang gua takut senjata makan tuan, suatu saat, mereka pasti bakal merasakan betapa sakitnya kalo dikerjain sama temennya sendrii.”
Yang mendengar biasanya cuma tersenyum, mereka seolah mengiyakan dengan apa yang dikatakan oleh Zaki dan Akbar.mitos keberuntungan atau hoki

Beberapa waktu seusai wisuda yang demikian agung dan meriah, akhirnya, Budi pun diterima di salah satu perusahaan multi nasional dan ditempatkan di bagian marketing. Budi pun mengabarkan berita gembira itu kepada ibu, kelima adiknya dan sudah barang tentu kakak angkatnya. 


Mendengar cerita Budi, sang kakak angkat pun langsung berkata; “Bagaimana menghadapi klien jika kamu sendiri merasa rendah diri?”
Budi bagai tersentak. Kepanikan mulai menjalari seluruh relung hatinya. Ia sadar, sang kakak angkat memiliki indera keenam karena ia menupakan sesepuh dan salah satu aliran kepercayaan yang amat berpengaruh bagi masyarakat jawa. 

Dengan terbata-bata, Budi pun menyahut; “Apakah Kangmas bersedia menurunkan ilmu agar saya terbebas dan perasaan itu?”
Sang kakak angkat hanya tersenyum dan melanjutkan kata-katanya; “Pertama-tama, jangan sekali-kali kamu melupakan siapa Penciptamu.”

“Setelah itu, hormatilah ayah dan ibu yang telah membentuk dan menjaga serta membesarkan ragamu ... kemudian juga kepada para guru yang telah memberikan berbagai iImu pengetahuan agar kamu bisa hidup di dunia sebagaimana mestinya,”‘imbuhnya.


“Terakhir, kamu harus jujur pada diri sendiri, dan bila ada kelebihan waktu dan rezeki, bantulah mereka yang benar benar membutuhkan pertolongan darimu, dan jangan lupa, sayangilah segala makhluk ciptaan-Nya sebagaimana kamu menyayangi dirimu sendiri. Dan jika kamu bisa menjaIankan semua itu sebagaimana kewajiban kepada Yang Maha Hidup, bukan keterpaksaan, apalagi karena ilmu pembuka rezeki, maka, saya bersedia untuk menurunkan lImu tersebut kepadamu,” paper sang kakak angkat panjang lebar.


Budi hanya mengangguk. Singkat cenita, malamnya, setelah bersuci, Budi pun duduk dengan tertib di depan kakak angkatnya.


“Apakah sudah siap menjalankan segala persyaratan itu?” Tanya sang kakak dengan penuh wibawa.
“Sudah Kangmas,” jawab Budi dengan suara bengetan.
“Baik ... saya hanya akan membacakan mantra tersebut tiga kali, kalau tidak berhasil menghapal, maka, harus diulangi lagi besok,” ujan sang kakak angkat. Kembali Budi mengangguk tanda mengenti.

Kisah Misteri Cerita Mistis Nyata Manfaat mengamalkan mantra mitos keberuntungan


“Kaki among Ian Nyai among, weneh ono dalan kang jembar nyambut gaweku, dhuwur ‘ke derajatku, gawe apik budhi wong sing tak adepi singkirono sengkolo sing ruwet Ian buka dalan rejekiku,” kata sang kakak angkat dengan perlahan tetapi tegas.
Beruntung, dalam sekali, Budi telah mampu mengingatnya dengan baik. Sang kakak hanya tersenyum, ia sadar, Budi memang sosok yang tegolong cerdas.


“Baca mantra tadi sambil tahan napas di depan kanton yang dituju. Setelah selesali, hembuskan napas secara perlahan sambil menghentakkan kaki kananmu ke bumi sebanyak tiga kali. Ulangi hal yang sama di dalam ruangan ... tetapi, tanpa menghentakkan kaki, cukup menghembuskan napas ke seluruh ruangan atau ke orang-orang yang bakal ditemui.
Lakukan dengan baik sehingga tidak mencurigakan,” pungkas sang kakak.
Singkat kata, boleh dikata, walau terkadang gagal dan tergolong baru, tetapi Budi termasuk ke dalam tim marketing yang diandalkan oleh perusahaannya. Kini, kehidupan ekonomi Bud pun telah berubah. ia hidup dengan tenteram, damai dengan istri dan kedua anaknya di sebuah rumah di selatan Jakarta.
itulah kisah mistis misteri nyata percaya mitos mantra keberuntungan 
advertisement
Loading...