Misteri Makam Keramat Yang Terlarang Untuk Pengunjung Wanita

ads

 Mitos Cerita Mistis Kisah Misteri Tempat Keramat Yang Tidak Boleh Di Datangi Perempuan

Makam Ki Ageng Jayeng Resmi,adalah makam yang hanya di perbolehkan laki-laki untuk berkunjung atau berziarah.Kenapa makam ini terlarang untuk pengunjung wanita.


Sebuah makam keramat dipercaya menjadi tempat beragam ritual gaib. Mulai ritual ngalap berkah, hingga menyanggarkan benda-benda keramat. Uniknya ada ritual yang dilakukan dengan cara cebok menggunakan air di dekat makam. Namun pengunjung harus hati-hati, hanya kaum lelaki yang boleh memasuki kompleks makam. Sementara kaum wanita dilarang keras untuk masuk. Mengapa demikian? ternyata ada sejarahnya ,kita simak kisahnya.
cerita mistik terbaru
  Seorang pelarian dari kerajaan Majapahit terkenal dengan sebutan Ki Ageng Jayeng Resmi. Dia seorang prajurit tangguh yang akhirnya menjadi senopati perang kondang. Namun sayang, berdasar literatur sejarah, umurnya konon hanya sampai 27 tahun saja saat ajal menjemputnya. Banyak spekulasi tentang sebab kematiannya. Ada yang percaya dia wafat karena penyakit aneh. Namun banyak yang meyakini dia dibunuh saat masa pengaruh kerajaan Islam Demak kian besar.

  Kini makamnya di Dukuh Jetak, Desa Gaden, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah masih banyak dikunjungi peziarah. Mereka mengaku masih mencintai leluhur dan kerajaan besar Majapahit tersebut. Banyak peziarah meminta doa keselamatan khusus untuk diri-sendiri dan keluarga tercinta.

 Bahkan banyak pula menyanggarkan benda-benda kesayangannya untuk mendapat tuah gaib dari leluhur makam
“Seiring banyak pengaruh dari pendatang yang masuk desa kami, peziarah memang sedikit berkurang, namun justru peziarah dari luar desa atau wilayah yang agak jauh malah banyak yang datang ke sini,” terang Narso Suwito (62), seseorang yang dipercaya warga setempat menjadi juru kunci makam Ki Ageng Jayeng Resmi.

  Menurut bapak berputra dua ini, para peziarah yang datang ke lokasi makam memang paling banyak bertujuan untuk memintakan doa keselamatàn bagi anggota keluarganya, selain untuk leluhur makam sendiri. Selebihnya adalah doa ritual sesuai dengan masalah atau permohonan masing-masing individu. ltulah sebab di dekat kompleks makam dibangun bangsal untuk menampung tamu sekaligus melakukan ritual permohonan doa keselamatan tersebut.

“Jika cuaca tidak mendukung, adakalanya ritual doa keselamatan itu dilakukan di rumah saya sendiri seperti ini,” lanjutnya yang kebetulan sedang menerima tamu yang bermaksud mengadakan ritual doa keselamatan.
Bagi pengunjung yang hendak melakukan ritual doa, ada dua pilihan atau prosedur khusus yang harus dijalani. Prosedur pertama melibatkan pengunjung sendiri.


 Sedangkan prosedur kedua cukup mempercayakan semuanya pada sang juru kunci. Jika memilih prosedur pertama, si pengunjung wajib berdoa di bangsal lalu memasuki kompleks makam. Selanjutnya berdoa di depan makam dengan dipandu serta didampingi oleh juru kunci.

Pengunjung boleh membawa sesaji berupa apapun. Biasanya nasi dan jajanan pasar. Namun jika tidak mampu juga boleh tidak membawa sesaji tersebut. Namun syá’rat yang wajib dibawa adalah niat yang suci beserta sesaji sederhana berupa kembang atau bunga mawar. Jumlahnya hanya satu bungkus tas plastik kresek kecil, atau bisa juga ditaruh dalam wadah kertas yang dibungkus rapi.


Mitos Misteri Makam Keramat Yang Tidak Boleh Dikunjungi Wanita


  Selanjutnya bunga itu nanti ditabur di depan makam, setelah selesai mengucapkan doa. Sedangkan prosedur kedua memang lebih simple bagi pelaku ritual. Biasanya ada penunjung yang tidak mau repot dan mempercayakan semua ritualnya pada sang juru kunci. Nah mereka tinggal menghubungi juru kunci, memperkenalkan identitas, serta mengutarakan maksud dan tujuannya. Setelah itu pengüjung bisa pulang. Semua ritualnya nanti akan dikerjakan sendiri oleh juru kunci.

Untuk prosedur yang kedua ini, meskipun tidak wajib namun rata-rata pengunjung selalu membawa sesajian khusus. Sesajian berupa makanan itu untuk didoakan dan selanjutnya dibagi-bagi pada warga sekitar. Terutama kepada warga yang dianggap masih satu komunitas atau masih percaya dengan kekuatan gaib roh leluhur makam. Komunitas itu secara berkala memang rutin mengunjungi makam, baik untuk bersih-bersih makam maupun bersemedi.

  Adapun sesajian itu antara lain terdiri dan makanan utama dan makanan pendamping. Makanan utama biasanya terdiri dari nasi golong (nasi bulat bundar) serta ayam ingkung (ayam masak utuh). Makanan pendamping lain adalah jajanan pasar serta buah-buahan lengkap. Setelah makanan ditaruh di atas tikar, sebelum pulang pengunjung tadi ikut berdoa sebentar mengelilingi sajian makan. Juga didampingi sang juru kunci yang biasanya juga dibantu oleh modin setempat untuk ikut mendoakan.

  Setelah itulah, tinggal sang juru kunci yang bergerak melanjutan ritual sendirian di makam. Si juru kunci cukup membawa kembang dari pengunjung tadi untuk dibawa masuk makam. Di makam ini ada prosedur yang cukup unik dan wajib ditaati. Yaitu siapa saja yang akan masuk kompleks makam tanpa kecuali termasuk juru kunci harus membersihkan diri dulu di air sumur dekat makam. Sumur ini namanya sumur Ciptaningrum.

  Setelah itu semua pengunjung wajib memakai samir (semacam ikat dasi keraton) sebelum masuk kompleks makam. Setèlah itu semua alas kaki dilepas baik sepatu atau sandal. Dari setiap masuk gapura masuk ada doa khusus yang dibacakan oleh Si juru kunci. Di makam ini ada sekitar lima pintu atau gapura yang harus dimasuki sebelum masuk ruangan makam utama.


Mitos Mistis Kisah Nyata Makan Keramat Pantangan Untuk Pengunjung Wanita


  Nah setelah juru kunci sampai ruangan utama makam, barulah doa permohonan dan pengunjung tadi disampaikan, setelah sebelumnya Ia melakukan doa pembuka dulu. Doa pembuka itu terdiri dan lantunan ayat-ayat suci Al-qu ran serta beberapa doa rahasia (doa khusus) dalam bahasa Jawa. Setelah itulah baru kembang tadi ditaburkan. Segera setelah itu, sajian makanan yang didoakan tadi dibagi-bagi dalam wadah daun jati. Lalu dibagi-bagi atau disebar ke warga sekitar.

  Di dekat makam ada aura misterius yang berhubungan dengan banyak titik lokasi. Lokasi itu antara lain makam utama, Masjid di depan makam, dua sumur yang bernama sumur Suryaningrum dan Ciptaningrum, serta sebuah jalan di kampung di belakang makam. Semua titik-titik gaib itu ternyata punya hubungan mistis yang sangat kuat.


“Jalan desa yang sebagian tertutup oleh rumah baru warga desa itu sebetulnya merupakan jalan gaibnya Eyang leluhur makam,” paparnya.
Menurutnya dulu semasa masih hidup, Eyang Jayengresmi sering berkunjung ke desa dan masjid ini dengan naik kuda melewati jalanan masuk itu. Dan biasanya sebelum masuk masjid ia akan mensucikan diri di sendang yang kini telah menjadi sumur Ciptaningrum tersebut. Sementara kudanya akan minum di sendang yang kini telah menjadi sumur Suryaningrum tersebut.

  Itulah sebab, sebelum masjid di dekat makam menjadi ramai seperti sekarang ini, dulu sering terdengar krincing (suara derap) kuda misterius yang melewati jalanan yang dimaksud. Kini meskipun sudah jarang, namun masih ada saja warga yang mengaku mendengar suara derap kuda tersebut. Bahkan di siang hari bolong pun saat suasana desa sepi, kadang masih terdengar derap kuda yang wujudnya tidak ada tersebut.

  Di dekat Masjid sebenarnya terdapat petilasan dimana dulu sang Eyang Jayengresmi melakukan buang hajat. Batu tersebut berupa Padasan yang dikeramatkan. Namun oleh dinas kepurbakalaan batu padasan tersebut sudah dibawa ke museum purbakala di Prambanan, Klaten. Konon sebelum dibawa ke Prambanan, batu tersebut sering dipakai ritual masyarakat

untuk menaruh air, kemudian air tersebut dipindah atau dipakai pelaku ritual untuk cebok.
“Dipercaya jika cebok dengan air yang telah menempati batu padasan itu, bisa mendatangkan rejeki dan kesaktian,” ujarnya mengenang cerita sesepuh di desanya yang kini telah banyak meninggal dunia.

  Begitu pula dengan kedua sumur tadi, airnya dipercaya bisa menyembuhkan beragam penyakit baik penyakit medis atau penyakit spiritual. Namun yang paling populer adalah sebuah sendang di dekat kedua sumur tersebut. Satu sendang itu dipercaya bisa melancarakan ibu-ibu yang akan babaran bayi (melahirkan). Jika ada ibu-ibu hamil yang sudah saatnya melahirkan, namun susah untuk melahirkan maka meminum air sumur tersebut dipercaya bisa melancarkan kelahirannya. Banyak yang menyebut sendang itu dengan sumur julukan Sendang Kepoh.

  Sementara sendang yang satunya bernama Sendang Belik Jeta. Sendang itu juga cukup dikenal sebagai ritual pengobatan penakit asma serta lumpuh akibat stroke. Akan halnya di makam sendiri, selama mi selain peziarah yang datang, juga banyak dipakai pengunjung untuk menyanggarkan (memberi tuah) beragam pusaka atau barang seni lain yang berkaitan dengan profesi pengunjung.
“Dulu saya sempat mengantar pengunjung asal Ngawi (Jatim) yang ingin menyanggarkan peralatan seni kethoprak,” kenangnya.

  Peralatan ketoprak itu bermacam-macam, namun yang paling diingatnya adalah sebuah alat berwujud kentongan. Selama satu malam penuh kentongan dan alat lainnya disanggarkan di ruangan makam setelah sebelumnya dimintakan doa restu dan leluhur makam. Paginya alat ketoprak itu diambil. Kabarnya pengunjung atau seniman yang menyanggarkan kentongan itu kini menjadi artis komedian top di televisi.
“Pernah saat musim pilihan lurah di desa tetangga, saya juga menyanggarkan sebuah foto dan salah satu calon atau kandidat lurah itu,” ceritanya seperti ingat sesuatu.

  Saat itu karena Si pelaku yang ingin menyanggarkan merasa berbeda kepercayaan atau agama dengan leluhur makam.maka ia cuma mempercayakan pada sang juru kunci untuk menyanggarkan
fotonya saja. Meskipun berbeda keyakinan, namun ia percaya dengan kekuatan gaib dan leluhur makam. Tak lupá ia menyampaikan pada pada juru kunci agar menyampaikan doanya pada leluhur makam agar bisa terpilih menjadi kepala desa atau lurah.

  Dengan menyanggarkan fotonya, ia berharap jika sudah saatnya hari H pemilihan atau coblosan, maka nama dan fotonya akan memenangkan suara dalam pemilihan. Dan terbukti, seminggu kemudian yang bersangkutan memang terpilih menjadi kepala desa. Dan Ia juga sempat mengadakan syukuran di bangsal makam bersama warga sekitar.

  Namun ada satu pantangan yang tidak boleh dilanggar pengunjung. Yaitu pengunjung wanita dilarang masuk kompleks makam. Hal itu berkaitan dengan leluhur makam yang saat meninggal ternyata juga masih bujang atau belum sempat mempunyai seorang istri sama sekali. Nah untuk menghormatinya, maka pengunjung wanita dilarang masuk, hanya pengunjung pria saja yang boleh.

  Pengunjung wanita hanya boleh berada di luar kompleks makam atau hanya menunggu di bangsal di luar pagar kompleks makam saja. Jika melanggar, ada sanksinya. Yaitu si wanita yang nekat tiba-tiba saja sudah dipindah secara gaib ke luar kompleks tanpa disadarinya. Dulu pernah ada wanita yang nekat masuk. Tahu-tahu belum lima menit ia di dalam ia sudah seperti tidur, dan saat tersadar sudah berada di luar kompleks makam.
Baca Juga;
Saat itu ia seperti mimpi dan bangun bangun sudah dipinggir parit pinggiran desa. Nah kalau dipindah ke pinggir selokan atau parit mungkin masih aman. Lalu bagaimana kalau secara gaib tahu-tahu sudah dipindah di bibir sumur atau sungai atau bahkan di pinggir jurang, kan barabe. ltulah sebab, kini tak ada seorang pengunjung wanitapun yang berani masuk kompleks makam kyal Ageng Jayeng Resmi.
Itulah menguak mitos mistis misteri aturan larangan kenapa pengunjung wanita tidak boleh
advertisement
Loading...