Eksistensi Gaib Nyai Roro Kidul Di Tubuh Sutinah

ads

Cerita Mistis Misteri Kisah Nyata Mitos Eksistensi Kegaiban Nyi Roro Kidul

Siapa yang tidak mengenal nama sosok Nyai Ratu Kidul,namanya begitu terkenal walaupun sebagian banyak orang tidak mengenal sosoknya,kali ini misteri nyata tengah malam akan berbagi kisah yang berhubungan dengan Nyai Roro Kidul.

Sutinah menjerit histeris begitu jenazah suaminya diturunkan dari ambulan rumah sakit bandara. Hari itu, Minggu Wage, 30 Januan 2006 di Desa Juwana, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, jenazah diserahkan kepada keluarga, kepada Sutinah istri jenazah. Almarhum Ramli Hanan, dibawa ke kampung setelah terbang satu jam dari Kuala Lumpur, Malaysia. Jenazah Ramli Hanan, ternyata bukan jenazah manusia biasa, tetapi jenazah itu adalah jenazah Raja Samudera Hindia, penguasa laut selatan yang menjadi kekasih sejati Nyai Ratu Kidul.
misteri nyata tengah malam
“Papa, Papa, mengapa Papa mati sekarang. Anak-anak masih kecil dan membutuhkan banyak biaya, kok papa tega sih mati duluan?” teriak Sutinah, sambil membanting dirinya ke dinding ambulan. Sutinah kalap. Wanita beranak lima dan bekerja sebagai buruh cuci itu tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa Ramli Hanan, suaminya, meninggal mendadak karena sakitjantung di Kuala Lumpur, Malaysia.

 Subandi menyaksikan keadaan itu dengan girang. Dia memang menginginkan Ramli mati. Dengan begitu, dia akan leluasa mendekati Sutinah. Bahkan menikahinya.Sudah lima tahun Ramli Hanan bekerja di luar negeri. Setiap tahun dia cuti dan pulang kampung menemui Sutinah dan anak-anaknya. Selama bekerja di negeri orang, Ramli Hanan rutin mengirim uang kepada Sutinah. semua anak-anak mereka bersekolah, berpakaian yang cukup dan makan yang Iayak. Sutinah sangat pandai mengatur keuangan keluarga, bahkan terakhir dia mampu membeli rumah sederhana di Desa Juana, kampung di mana dia dan suaminya dilahirkan.

Tubuh Sutinah menjadi lemas, Ielah dan lemah. Kematian suaminya sangat sulit diterima batinnya. Apalagi ke lima anakanaknya, semua menangis sedih, terpukul akan kematian tulang punggung keluarga itu.
“Dunia belum kiamat, Sutinah, bersabar dan ikhlaslah menerima cobaan dan Allah SWT ini,” bisikku, meneduhkan perasaan Sutinah.

“Tuhan tidak akan menyiksa dirimu dan anak-anak dengan menurunkan musibah ini, bersabarlah, bersabarlah Sutinah,” bujukku.

Sutinah makin keras menangis. Suaranya semakin kencang terdengar dan aku nyaris gagal mengajaknya bicara. Tetapi aku tidak pernah lelah dan tidak juga kapok untuk mengajaknya bicara dan berusaha menenangkan perasaannya. Selain itu, tetangga yang lain, teramsuk ustadzah Marwah Daud, juga mengajaknya bicara, memberi nasehat dan masukan, semuanya berharap agar Sutinah tenang, tawakkal kepada Allah, lalu dengan ikhlas menerima cobaan ini.

Awan menggelap, dan kilat pun menyambar bumi, diikuti oleh suara gledek dan petir yang seakan bersaut-sautan di kaki langit Senja yang kelabu, telah membuat keadaan menjadi sendu. Kampung kami tiba-tiba mengalami hujan lebat dan air menggenang di mana-mana. Padahal, senja itu, Ramli Hanan harus dimakamkan. Lobang kubur sudah disediakan di Pemakaman Umum, Ratu langit, Trenggalek Barat.
Karena hujan sangat deras dan air menggenang di mana-mana, maka pemakaman Ramli Hanan dimundurkan, menunggu hingga hujan berhenti. Namun, ada sesuatu keanehan yang terjadi.

Gelombang laut Samudera Hindia membesar bagaikan tsunami. Air memasuki kampung tepi laut dan berapa rumah hari itu disapu air. Badai dahsyat itu, menurut seorang dukun setempat, menjadi pertanda bahwa ada kematian seseorang yang tidak wajar. Artinya, ada pembunuhan dan ada yang mati terbunuh oleh seseorang yang sangat lihai.

“Mungkinkah Ramli Hanan, suami Sutinah dibunuh oleh Subandi, pria yang terus menerus mengejar Sutinah dan rnencintai Sutinah secara membabi buta itu?” pikirku, dalam batin.
Memang, ada rasa curiga bergelayut di hatiku mensiasati keberadaan Subandi dalam kehidupan Sutinah. Sutinah yang cantik, seksi dan suaranya sangatlah lembut merayu, membuat Subandi tergila-gila dari dulu. Sejak Sutinah masib gadis hingga Sutinah beranak lima.

Cerita misteri kisah mistis mitos kegaiban Nyi Ratu Kidul


Memang, aku mengetahui secara persis tentang kegilaan Subandi itu kepada Sutinah. Dia terus menerus mendekati Sutinah. Merayu dan membujuk wanita cantik bahkan tercantik di Trenggalek itu untuk menikahinya. Tetapi Sutinah menolak, menghindar dan menjauh dari lelaki yang memiliki banyak tanah, banyak rumah dan banyak kapal motor nelayan tersebut. Sutinah tidak mau menghianati cinta suaminya, kasih sayang Ramli Hanan yang begitu besar kepadanya dan kepada anakanak.

Sutinah lebih memilih menjadi buruh cuci ketimbang menenima tawaran uang jumlah besar dari lelaki yang dibencinya itu. Sutinah tidak malu menjadi tukang cuci, tidak malu pula menjadi pekerja rendahan di rumah kepala dinas Pemda Trenggalek. Dia menghadapi kenyataan itu dengan ikhlas, tawakkal dan pasrah.
Ramli Hanan sebenarnya melarang dia bekerja.


 Tetapi karena keadaan serba kekurangan, maka dia pun terus melakukan pekerjaan itu untuk tambahan. Dan, Ramli Hanan pun, akhirnya menyetujuinya. Pukul 16.45 waktu Indonesia bagian barat, hujan reda. Walau genangan air ada di mana-mana, namun pemakaman Ramli Hanan tetap dilakukan juga.
Warga tetangga dan kyai setempat, membawa keranda ke pemakaman Ratu Langit Setelah pemakaman, Sutinah mejerit lagi dan jeritannya itu membuat gelombang laut menjadi semakin besar. Laut Trenggalek pun meluap dan menjadi tsunami kecil di lima desa tepi Samudera Hindia itu.

Namun, begitu kyai Haji Mustofa Basuki meminta Sutinah diam, gèlombang laut pun terhenti dan Samudera Hindia menjadi reda. Aneh, jeritan dan tangisan Sutinah bisa membuat laut bergelombang besar, setelah itu, dengan diamnya, laut pun menjadi tenang kembali.

“Sutinah itu seorang wanita yang punya kemampuan linuwih, kemampuan lebih, indigo EX Beat, tetapi dia tidak tahu tentang kelebihannya itu. Maka itu,jika dia mau, saya akan menjadikannya paranormal ulung, dia akan menjadi dukun hebat dan mampu membuat laut tenang menjadi mengamuk dan mampu pula membuat tsunami menjadi tenang,” ungkap Kanjeng Hanyo Manggunsugito, paranormal laut Selatan asal Trenggalek, mengucap kepadaku.

Kanjeng yang biasa dipanggil Ki Kanjeng ini, memang mempunyai kemampuan lebih dan ketajaman indera ke enam yang megasuper. Maka itu, Ki Kanjeng sering dilibatkan pada Pilkada untuk menjadikan orang biasa jadi gubernur, bupati, walikota bahkan menteri. Ki Kanjeng mampu memanggil arwah orang mati dan mengajaknya bicara. Semua tokoh yang dipegang oleh Ki Kanjeng, pasti berhasil.Tokoh politik yang tidak diduga-duga akan terpilih, setelah diritual oleh Ki Kanjeng, tiba mendapatkan suara terbanyak dan mengagetkan para lawan, para pesaing.

Km Kanjeng sangat tertarik kepada Sutinah. Dia mendeteksi secara gaib, bahwa Sutinah adalah seorang supramistika yang menjadi tiang penyanggah keselamatan Samudera Hindia.Sutinah adalah jelmaan Nyai Roro Kidul,atau Nyai Roro Kidul yang maujud ke bumi.

Roh Nyai Roro Kidul ada di dalam tubuh Sutinah dan kepedihannya tentang kematian Ramli Hanan, suaminya, adalah tragedy Nyai Roro Kidul yang menangisi Pangeran Sumadera Hindia, kekasih Nyai. Pangeran Samudera Hindia, ada di dalam tubuh Ramli Hanan dan Ramlannya suami Nyai Rono Kidul, di luar raja-raja Jawa sejak abad 12 lampau.


 Aku teresentak mendengan paparan mistik Ki Kanjeng yang’sakti mandraguna. Ki Kanjeng meminta agar aku membicarakan kepada Sutinah akan hal ini, bukan Ki Kanjeng yang menyampaikan hal itu kepada Sutinah. Sedang tentang Subandi, Siapakah sebenarnya dia?

Subandi adalah jelmaan makhluk gaib bernama Raja Setan Karang Haun. Subandi adalah jelmaan setan laut yang menjadi pecundang Pantal Selatan. Maka itu, walau Setan Karang ini tidak pernah mendapatkan cinta Nyai Ratu yang ada di dalam tubuh Sutinah, maka dia akan mengemis terus menerus berharap, menghimbau, meminta lalu merendahkan dirinya agar dapat cinta itu. Namun sampai hari kiamat, cinta Ratu Kidul tak akan pernah didapatkannya.

Sementara sisi keuntungannya, Raja Setan Karang Haur, dia akan menjadi kaya raya selamanya. Usaha apapun, Subandi akan sukses. Jual beli tanah, jual beli rumah dan usaha perikanan luat, semuanya akan diberi kesuksesan. Maka itu, Subandi kaya raya, banyak uang, banyak harta yang berlimpah. Namun, karena aura setan dalam dirinya, maka dia asosial, dia pelit, kikir dan sombong, sebagaimana sifat setan yang bergentayangan di dunia antah berantah.

Dengan lembut, aku mengajak Sutinah bicara tentang keinginan Ki Kanjeng yang akan menjadikan Sutinah paranormal. Sebagai teman baiknya, aku dapat tidur bersama Sutinah setelah kematian suaminya. Aku juga sangat dekat dengan anak-anaknya walau kami berbeda status sosial.

Ada hal yang ganjil, yang menunjukkan bahwa Sutinah perempuan istimewa, adalah sifat pribadinya yang kokoh, kuat dan tegap. Sutinah punya rasa kepercayaan diri yang sangat tinggi, jauh dari minder dan bisa bergaul dengan siapapun, walau dengan orang kaya juga pejabat.

“Sutinah itu hanya seorang pembantu rumah tangga, seorang tukang cuci pakaian, tetapi rasa percaya dirinya sangat tinggi. Dia tidak pernabhmerasa rendah diri dan minder kepada siapapun,” kata Ki Kanjeng, kepadaku, setelah menelisik secara supranatural keberadaan Sutinah Ramli Hanan.

Karena aku mempunyai taktik dan cara khusus mengajak Sutinah, maka Sutinah pun berkenan bertemu dengan Ki Kanjeng dan bicara. Sebagai sahabat Sutinah, aku pun diperkenankan ikut dalam pembicaraan itu dan aku dijadikan sebagal mediator tetap pertemuan mereka, agar tidak menyisakan kesan negatif karena Ki Kanjeng lelaki beristri sementara Sutinah Ramli Hanan, janda yang cantik.

Pada tanggal 23 Maret 2006, Sutinah yang sudah menyatakan bersedia dididik oleh Ki Kanjeng diajak bertapa di Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur. Aku juga diajak ikut dalam pertapaan itu dan aku sangat menyukai tapa itu.

Sementara itu, anak-anak Sutinah diberi bekal uang oleh Ki Kanjeng yang kaya raya selama ditinggal ibu mereka tapa. Anak Sutinah paling sulung, Hartati, yang memegang keuangan dan mengatur biaya adik-adiknya selama ditinggal bertapa.

Kami segera berangkat ke Gunung Kelud dengan mobil pribadi Ki Kanjeng. Di Desa Ngalas, kami naik beberapa ratus meter ke bukit karang. Aku yang tidak punya pengalaman naik gunung, hari itu dengan sangat mudah mampu naik tebing, gunung dan bukit karang. Semua kami lakukan dengan enteng setelah membaca mantra-mantra sakti mandraguna dan linuwih pemberikan Ki Kanjeng.

Di Atas Desa Ngalas, Bukit Karang Hitam. ada satu tempat landai yang bersih dan wangi. Sebuah batu hitam besar yang biasa digunakan oleh Ki Kanjeng bersemedi menghadap Laut Selatan. Kami duduk di situ dan Sutinah dengan patuh melakukan perintah Ki Kanjeng. Kami dibekali ilmu tapa, cara duduk bertapa, posisi kaki, tangan, kepala dan bagaimana caranya berkonsentrasi ke Allah Yang Agung, laluu melepaskan ingatan nyata di bumi lalu masuk ke alam gaib antah berantah.

Namun, tanpa terasa, kami bertapa hingga tiga bulan. Mulai tapa bulan Maret selesai 13 Juni 2006. Tiga bulan lebih tanpa makan tanpa minum dan kami bertiga berhasil melewati hal itu dengan mudah. Aneh, tiga bulan lebih tanpa makan dan minum, namun fisik kami masih segar bugar dan sangatlah sehat.

Namun, selesai bertapa itu, kami langsung bisa terbang. Di luar dugaan, aku, Sutinah dan Ki Kanjeng melayang bagaikan burung pada Malam Jumat Kliwon, Juni 2006. Kami tiba-tiba bisa bersayap panjang, lebar lalu mampu terbang seperti elang. Kami langsung terbang ke Trenggalek dan Sutinah pulang ke rumahnya, aku pulang ke rumahku, sementara Ki Kanjeng terbang ke Lautan Samudera Hindia, entah ke mana. Kami hanya bisa terbang pada malam hari, di saat gelap dan di saat keadaan sudah menjadi sepi. Sayap kami akan muncul dan badan kami dengan sendirinya apabila akan terbang. Dan sayap itu akan kembali secara misterius masuk ke badan setelah kami usai terbang.

Sesuai dengan tuntunan gaib, Sutinah kini menjadi paranormal ulung di Selangor, Malaysia. Dia membawa semua anaknya pindah ke Selangor dan menjadi wanga negara Negeri Jiran. Gaib memutuskan bahwa Sutinah penjaga Malaysia, penjaga Selat Malaka dan laut Asia Tenggara seputar Malaya. Kini, Sutinah total sebagai ahli pengobat tradisional dan supranatural, penyembuh alternatif dan dukun ramal.

Cerita mistis kisah misteri Nyai Roro Kidul


Karena kemampuannya yang handal sebagai dukun, maka Sutinah sangat sukses secara ekonomi di Selangor, Kuata Lumpur dan Penang. Semua anak-anak berpendidikan baik, dan semuanya dapatkan rengking terbaik di sekolah masing-masing. Dengan keilmuan gaibnya, otak anak anaknya dicuci, dikondisikan untuk cerdas, pintar, cekatan dan genius.

Sementara itu. Ki Kanjeng sekarang pindah tinggal di Jakarta dan sukses sebagai dukun “pènyekel”. Artinya, menjadi dukun profesionat khusus yang menjadikan pasiennya pemenang pilkada bahkan kesusksesan usaha para konglomerat hitam maupun putih. Ki Kanjeng mampu menyelamatkan koruptor dari tuntutan hukum, dan mampu menghilangkan secara gaib barang bukti, atau bukti material yang sekiranya akan menjebak seorang menjadi tersangka juga terdakwa.

Sedangkan aku, tidak praktek apapun dalam hal supnanatunal. Aku hanya sekedar hobby dan ingin tahu saja tentang apa itu dunia gaib, apa itu bertapa dan apa itu makhluk halus yang tak kasad mata. Orang samar yang berkeliaran di sekitar manusia. Kini, aku dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain. Aku dapat mencium sesuatu yang tidak dapat dicium orang lain. Aku dapat memegang sesuatu yang tak dapat dipegang oleh orang lain. Kemampuanku, sudah diakul oleh Ki Kanjeng sebagai seorang yang linuwih, wanita yang berkemampuan supranatunal tingggi.

Namun, sudah fatwah pulung, bahwa aku tidak boleh praktek perdukunan. Aku dilarang untuk buka praktek dan menjadikan keahlian ini sebagam ajang mencari uang. Maka itu, aku kembali menjadi pekerja kantor sebagai staf administrasi dan kembali hidup normal di tengah orang kebanyakan. Sementara itu, Sutinah, sudah menjadi titahnya, bahwa dia diperbolehkan oleh gaib untuk menolong orang dan boleh memungut mahar untuk ilmu kesaktian itu. Ki Kanjeng dan Sutinah Ramli Hanan, diijinkan untuk kaya oleh Alam Semesta dari ilmu gaib yang mereka kuasai.

Kekayaan itu boleh didapat asal tidak menyiksa pasien, artinya, pasien memberi uangjumlah besar dengan suka rela karena keberhasilan yang didapatkan. Misalnya, seorang tokoh yang dianggap kecil, begitu ikut pemilihan gubernur dan dicekel oleh Ki Kanjeng dan Sutinah, lalu berhasil sukses, boleh membayar dengan uang jumlah milyaran, puluhan milyan atau ratusan milyar untuk Ki Kanjeng dan Sutinah yang sakti mandraguna.
Sedangkan aku, dilarang keras melakukan hal itu. Jika dilanggar, maka Ratu Samudera Hindia akan menyiksa aku dan kau akan binasa. Subandi, jelmaan Raja Setan Karang Haun, kini mengikuti Sutinah dan terus membuntutinya, walau selamanya dia tak akan mendapatkan cinta Sutinah yang jelita. (Kisah ini dialami oleh Rusnita Prawoto.sumber:misteri)
itulah kisah mistis misteri cerita nyata kegaiban Nyai Roro Kidul
advertisement
Loading...