Cerita Pesugihan Paling Unik Dari Yang Lain,Baru ditemui

ads

Cerita Mistis Misteri Kisah Nyata Pesugihan Dengan Pantangan Dilarang Berselingkuh

Pesugihan Unik Yaitu jika berhasil memperoleh kekayaan dari Makam Diyah Ayu Retna Kedhaton pantangannya dilarang berselingkuh.Misteri Nyata Tengah Malam update kali ini akan berbagi kisah pesugihan,kita simak kisahnya.

Perkawinan antara manusia dengan jin atau bidadari dalam dunia kasad, bukanlah sesuatu hal yang ganjil dan aneh. Apalagi di dalam adat dan tradisi budaya Jawa. Perkawinan semacam ini seringkali terjadi di dalam kehidupan masyarakat adat. Di masa lalu, perkawinan manusia dengan jin lebih banyak dilakukan oleh orang-orang yang memiliki linuwih.
Kumpulan kisah pesugihan
  Tetapi tak sedikit pula, mereka yang melakukan perkawinan dengan jin demi sebuah tujuan tertentu, di lakukan untuk mengejar kesuksesan, kekayaan dan kekuasaan.
Perilaku seperti ini di jaman modern tidak menjadi surut, tetapi justru sebaliknya, banyak orang ingin melakukan perkawinan dengan makhluk gaib agar tujuan dan keinginan mereka bisa terwujud.


 Tata cara perkawinan dengan jin dan bidadari, bisa dilakukan dengan beberapa cara. Bisa meminta pertolongan kepada orang pintar atau menjalani laku ritual sendiri.

  Dan beberapa cara yang biasa dilakukan, menjalani laku ritual di sebuah tempat keramat, menjadi cara yang paling ampuh untuk melakukan perkawinan gaib. Tetapi tetap dibutuhkan arahan penuntun dari orang pintar maupun juru kunci. Menjalani laku ritual seperti ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang belum memiliki pasangan.

 Bila seseorang yang sudah memiliki istri atau suami, maka tidaklah mungkin jin bersedia menjadi pasangannya. Karena makhluk gaib biasanya Iebih peka terhadap kepribadian manusia, sekaligus tidak bisa dibohongi oleh manusia.

  Di jaman yang serba sulit seperti sekarang ini, tak sedikit orang berkeinginan memiliki pasangan jin atau Bidadari. Makhluk gaib yang dianggap oleh banyak orang berbeda tersebut sebenarnya adalah satu; yaitu jin. Karena di dalam ayat suci hanya dijelaskan, jin dan Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, tidak ada bidadari yang diciptakan oleh Tuhan.

  Hanya karena sosok jin yang mampu merubah wujudnya menjadi cantik rupaan agar bisa dekat dan menggoda manusia, menjadikan manusia menyebut sosok jin nan ayu rupawan dengan sebutan bidadari.
Banyak tempat keramat di negeri ini yang bisa dipakai untuk menjalani laku ritual melakukan perkawinan dengan jin.


Tempat keramat seperti  ini, biasanya memiliki latar belakang terkait dengan kehidupan tokoh punden di masa silamnya, seperti makam keramat Diyah Ayu Retna Kedathon. Semasa masih hidupnya, Diyah Ayu Retna Kedathon adalah sosok wanita yang sangat cantik sekali.


 Karena tanpa disengaja, saat tengah berjalan di pinggir sumber mata air kakinya menginjak sompil, Dewi Sekar Kedathon lantas sakit dan meninggal dunia di usia muda, belum memiliki suami.
Menilik dari kisah perjajanan hidup Diyah Ayu’Retna Kedathon, maka tidak mengherankan, bila banyak orang yang menjalani laku ritual di makam Dyah Ayu Retna Kedathon bisa sukses dan berhasil, setelah mereka melakukan perkawinan gaib dengan Dyah Ayu Retna Kedathon.

Menguak Misteri Mistis Tempat Keramat Pesugihan Anti Selingkuh


  Bagi Saroyo, makam Diyah Ayu Retna Kedathon yang ada di daerah Boyolali memang terkenal untuk pesugihan. Tetapi pesugihan yang dimaksud bukan pesugihan Blorong, Kandang bubrah, Buto ijo ataupun Tuyul, tetapi pesugihan dengan cara melakukan perkawinan gaib. Hanya saja bagi orang-orang yang telah sukses setelah menjalani laku perkawinan gaib, pantang bagi mereka memiliki pasangan, apalagi selingkuhan. Pasalnya, jika pantangan ini dilanggar maka kesuksesan yang pernah didapat akan lenyap semuanya.

  Menurut mbah Saroyo, wakil juru kunci makam yang setiap hari bertugas menjaga dan membersihkan makam Dyah Ayu Retna Kedathon, dirinya tak menampik, banyak orang mengatakan makam keramat yang ia rawat adalah tempat untuk mencari pesugihan. Tetapi pesugihan yang dimaksud, sukses menjadi kaya, menduduki jabatan setelah mereka menjalani laku ritual di makam Dyah AYU Retna Kedathon.
 
 Cara yang paling ampuh agar bisa berhasil penyuwunanya menurut mbah Saroyo, dengan cara laku kungkum di sebuah sumber mata air yang berada di samping makam Dyah Ayu Retna Kedathon. Laku seperti ini kenang mbah Saroyo, pernah di lakukan oleh salah seorang pelaku ritual yang ingin mengejar kekayaan.

  Selama empat puluh hari mbah Saroyo diminta oleh si pelaku ritual menemani laku kungkum. Sebagai seorang juru kunci, sudah menjadi sebuah kewajiban permintaan para pelaku harus di turuti. Karena sudah menjadi amanah dari Dyah Ayu Retna Kedathon untuk dirinya. Selain kesanggupan menemani pelaku ritual selama empat puluh hari, tugas lain yang harus dijalani adalah menggelar doa penyuwunan lantaran Dyah Ayu Retna Kedathon, agar apa yang diinginkan Si pelaku ritual bisa terkabulkan.

Setelah tata cara laku ritual dipenuhi, barulah si pelaku ritual ditemani oleh mbah Saroyo menjalani laku kungkum. Tak peduli hujan gerimis maupun hujan deras, setiap malam mbah Saroyo menemani pelaku ritual laku kungkum selama waktu yang sudah ditentukan.


 Tetapi nasib baik memang belum menjadi jodoh si pelaku ritual, pada malam yang ke tiga puluh delapan, orang itu tidak kuat menjalani laku kungkum. Padahal kenang mbah Saroyo, tinggal dua hari lagi genap sudah syarat yang harus dijalani pelaku ritual.
“Kegagalan memang tidak bisa ditolak, karena semua tergantung jodoh.” Kata mbah Saroyo menceritakan kekecewaan yang pernah dialami salah satu pelaku ritual di makam Dyah Ayu Retna Kedathon.

Bagi mbah Saroyo, begitulah kenyataan di dalam dunia pesugihan. Tidak semua bisa memilikinya, meraih kesuksesan melalui ritual pesugihan. Meski segala daya upaya sudah dilakukan, tetapi jodoh antara pelaku ritual dengan ghaib yang ada di sebuah tempat keramat menjadi hal yang paling utama. Kegagalan yang dialami pelaku ritual, tidak saja membuat orang tersebut kecewa, kekecewaan juga dialami oleh mbah Saroyo.

Karena lebih dari sebulan mbah Saroyo sudah menemani orang tersebut menjalani laku ritual.
“Laku ritual empat puluh hari kungkum adalah mahar mas kawin yang harus ditebus oleh pelaku ritual, sebelum melakukan perkawinan gaib,” ujar mbah Saroyo.

Selain kegagalan, banyak juga orang-orang yang sukses menikmati kemulyaan duniawi setelah menjalani laku ritual di makam keramat Dyah AYU Retna Kedathon, salah satunya seorang pelaku ritual yang ingin mencalonkan sebagal calon kepala desa.

Seperti biasanya, mbah Saroyo harus menghaturkan segala uba rampe sesaji terlebih dulu, sebelum petunjuk datang dari  Dyah Ayu Retna Kedathon. Setelah mendapat petunjuk apa saja uba rampe yang harus dipersembahkan, barulah pelaku ritual menjalani laku kungkum.


Dan petunjuk yang didapat, mbah Saroyo menceritakan, selama tujuh hari pelaku ritual harus menjalani laku kungkum dengan berbagai sesaji yang harus dipersembahkan. Setiap kali menjalani laku kungkum, calon kepala desa harus menghaturkan  sesaji yang sudah diwajibkan.


 Tak lama setelah proses ritual dilakukan, jelang pemilihan kepala desa, calon kades tersebut akhirnya berhasil memenangkan pemilihan kepala desa.

Setelah berhasil menjabat sebagai lurah desa, laku ritual di makam Dyah Ayu Retna.Kedathon masih terus harus dijalani di setiap malam Jum’at. Hingga kesuksesan, kederajatan berhasil diperolehnya.
Jasa usaha kontraktor milik lurah desa maju’ pesat, jabatan sebagai orang nomer satu di desanya berhasil diduduki. Keberhasilan ini akhirnya membuat lurah desa lupa diri, karena segala keinginannya selalu terpenuhi.
  Sampai akhirnya lurah desa lupa diri, merasa segala keinginannya bisa terwujud, lurah desa memiliki banyak simpanan selingkuhan, padahal saat menjalani laku ritual yang pertama kali di makam Dyah Ayu Retna*(kedathon mbah Saroyo sudah mengingatkan, bila sukses dan berhasil apa yang diinginkan, jangan sampai berselingkuh atau memiliki istri simpanan)

Kisah misteri cerita mistis pesugihan yang tidak boleh selingkuh


“Apalagi bila orang tersebut sudah memiliki istri, pantang baginya untuk berselingkuh.’ Jelasnya.
Dijelaskan lagi oleh mbah Saroyo, jika belum memiliki pasangan dan tetap ingin berlimpah kekayaan duniawi, lebih baik tetap menjadi perjaka. Karena apabila sudah memiliki istri atau pasangan, kekayaan yang didapat tak lagi seperti pada masa mudanya.

 cerita kesuksesan dan keberhasilan para pelaku ritual tidak hanya dialami oleh Iurah desa, tetapi sudah banyak sudah pelaku ritual yang berhasil penyuwunanya di makam Dyah Ayu Retna Kedathon. Oleh karena itu tidak mengherankan, bila pada malam Jum’at Kliwon dan malam Selasa Kliwon,tempat keramat ini dipenuhi para pelaku ritual. Tidak saja datang dan daerah Boyolali  dan sekitarnya, ada juga yang datang dan Jakarta,Bandung, Semarang dan dan luar Jawa.

Banyaknya pelaku ritual yang datang di tempat ini lantaran kesuksesan mereka dulu didapat dari hasil nyenyuwun dengan lantaran Dewi Sekar Kedathon. Oleh sebab itu, meski mereka telah sukses dan berada di perantauan, namun pada waktu tertentu tetap akan sowan di makam Dyah Ayu Retna Kedathon.

Makam kenamat ini di kalangan para pelaku ritual memang tempat jujugan untuk meraih kenikmatan duniawi. Tidak saja kekayaan datang dari pesugihan dan kesuksesan, tetapi banyak juga wanita malam yang melakukan ritual laku kungkum di tempat keramat ini. Karena sumber mata air di makam Dyah Ayu Retna Kedathon, diyaini mampu memberi daya pikat bagi para wanita malam.

 Menurut kisah, Dyah Ayu Retna Kedathon adalah putni Prabu Brawijaya V. satu dari sekian banyak putra putri Prabu Brawijaya V. Pada masa pemberontak Demak terhadap pemenintahan Majapahit, Prabu Brawijaya beserta dengan seluruh keluanganya mengungsi karena terus di kejar bala tentara Demak.

 Tidak ketinggalan pula Dyah Ayu Retna Kedathon juga turut keluar dari istana kerajaan Majapahit. Tetapi kepergian Dewi Sekar Kedathon belakangan, menyusul orang tua dan sanak kerabatnya yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan istana. Sesampaianya di sebuah daerah di sekitar Boyolali, Dewi Sekar Kedáthon beristirahat sejenak di dekat sumber mata air. Namun naas, nasib buruk menimpanya. Saat hendak melanjutkan penjalanan, langkah Dyah Ayu Retna Kedathon terhenti, telapak kakinya menginjak sompil, keong sawah.
 Karena terluka, niat menyusul orang tuanya akhirnya terhenti. Sakit yang diderita semakin lama semakin bertambah parah, sampai akhirnya meninggal dunia di usia yang masih sangat muda. Oleh penduduk sekitar, Jasad Dyah Ayu Retna Kedathon lantas dimakamkan di samping sumber mata air.
“Oleh karena itu, bagi para pelaku ritual yang ingin berziarah dan nyeyuwun dimakam Dyah Ayu Retna Kedathon, tidak diperkenankan menyebut sang dewi dengan nama Eyang, karena beliau masih muda dan belum bersuami,” pungkas wakil juru kunci.
Itulah hasil menguak mitos mistis misteri pesugihan yang harus setia kepada pasangan

*****
Peringatan Penting :
Jangan pernah sekali-kali mendekati kemusyrikan dengan pesugihan atau segala hal apapun yang meminta pada selain Allah, karena itu adalah perbuatan dosa besar.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).
advertisement
Loading...